Tegal-Inspirasiline.com. Lantunan ayat ayat suci Alqur’an terdengar merdu yang dilantunkan oleh murid murid SD , yang dilakukan setiap pagi untuk mengawali jam pelajaran. Kebanyakan murid di sekolah ini hampir semua teritama yang kelas 3 sampai kelas 6 sudah bisa membaca Alqur’an, sehingga di sekolah ini setiap pagi kental dengan nuansa religius.

Itulah sekilas suasana pagi hari sebelum jam pelajaran di mulai di SD Negeri Mejasem Barat 03 Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. SD yang sarat prestasi tidak saja di bidang studi tetapi juga di kegiatan ekskul,
Dipimpin oleh Kartono salah seorang pemilik warung sate di Jl Kapten Sudibyo Kota Tegal. Kiat Kartono menjadikan SD Mejasem Barat 03, yang sarat dengan berbagai prestasi tidak terlepas dari motivasi Kartono sebagai kepala sekolah dan rasa kebsrsamaan antara guru dan staf yang di dukung orang tua murid.
Satu hal lagj yang patut dicontoh dalam pemikiran Kartono, dia selalu berfikir soal kelayakan sekokah yang punya nilai jual sehingga tidak repot repot mencari mirid, tetapi kalau sekolahnya bagus, calon murid dengan sendirinya mencarinya, “karena semuanya sudah layak jual.” Jelas Kaftono.


Seni memimpin itupun harus punya konsep. ” Saya kebetulan bakul sate, ternyata cara membakar pun harus dengan irama tersendiri, sebab kalau asal ngipas asapnya membikin pegal dan hasilnya tidak maksimal. Ucap kartono
” Jadi filosofi bakar sate sangat relevan dengan keprmimpinan, cara ngipasnya cara membaliknya harus dengan perasaan,”. Tuturnya.
Menurut Kartono, kegagalan program sekolah karena kurang adanya pendekatan dan komunikasi yang baik dengan dinas terkait dan orang tua murid. Satu hal lagi ungkap Kartono, jangan kecewakan orang tua murid, kalau apa yang menjadi program bisa berjalan. ” Initinya jangan memcacati dan mengecewakan wali murid”. Kata kartono yang sudah lima tahun menjabat Kasek di SD 03 Mejasem Barat.
Dia merasa bersyukur, sebab selama kepemimpinannya, setiap tahun ajaran baru selalu kelebihan siswa dan menjadikan di sekolah yang berlokasi di Jl. Semanggi 1 Desa Mejasem Barat memiliki 8 rombel dengan jumlah murid sekitar 250 anak.
Lanjutnya, begitu pula ketika punya rencana program sekokah, supaya didukung oleh semua pihak termassuk otang tua murid, menjadi kepala sekolah buksn mencari tambahan tetapi bagaimana mencari tugas tambahan agar sekolah bisa maju dan berprestasi. Itu sebabnya dalam sisa waktu sebagai kasek.
” jangan berpandangan bahwa sekolah merupskan ladang kehidupan,, ” kalau kita puinya niatan baik, rejrki dengan sendirinya akan mengalir.”
Demikian pungkas Kartono saat berbincang di tengah pelaksanaan kegiatan Vaksin Covid 19 untuk anak usia 6 sampai 12 tahun di SD Negeri 03 Mejasem Barat , Rabu 26 Januari 2022. (*)
