Peringatan Imlek ke 2573 di Grobogan Berlangsung Sederhana Namun Kidmat

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Umat Kong Hu Cu Purwodadi Grobogan merayakan tahun baru Cina Imlek ke 2573 dengan sederhana namun kidmat, hanya melakukan pesembahyangan sebelum, pada hari H dan 15 hari sesudah Imlek di klentheng Hok An Bio Purwodadi.

Saat pencucian patung dewa oleh Ketua Yayasan Tri Dharma Budi Wiguna.

Hal itu disampaikan Pimpinan Agama Kong Hu Cu Purwodadi Eko Darmawan Sudirsono kepada Inspirasiline.com pada Senin pagi (31/1/22). Peringatan tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya perayaan tahun baru Imlek selalu dipertunjukkan dengan seni barong say, tahun ini pertunjukkan tersebut ditiadakan, karena pandemi covid-19, tambah Eko. ” Senin sore ini kita melakukan persembahyangan saja dengan dihadiri warga, Pengurus Klentheng dan Yayasan Tri Dharma” ungkap Eko.

Dalam persembahyangan Senin malam menjelang Tahun Baru Imlek tahun ini,  hadir pula kelompok pemuda Gusdurian dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Grobogan.

Pimpinan Kong Hu Cu Purwodsdi Grobogan, Eko Darmawan Sudirsono

Menurut Eko selaku Pimpinan Kong Hu Cu Grobogan, warga Kong Hu Cu sekarang jumlahnya bisa dihitung tidak seperti sebelumnya. Klentheng Hok An Bio Purwodadi diperkirakan dibangun sekitar tahun 1800 a.n. ini sampai kini masih baik terawat dan bersih.

Terpisah, Ketua Yayasan Tri Dharma Dewa Bumi Purwodadi Grobogan, Budi Wiguna kepada Inspirasiline.com menjelaskan sebenarnya Yayasan yang dipimpin nya menaungi tiga aliran agama yakni Tao, Kong Hu Cu  dan Budha. Dikenal dengan TITD ( tempat ibadah Tri Dharma), di Purwodadi namanya TTID Hok An Bio.

Terkait Imlek yakni tahun baru Cina ke 2573 didahului dengan kegiatan pencucian patung yang dilakukan 10 hari sebelum perayaan Imlek. “Setiap patung, menurut kepercayaan Kong Hu Cu, disemayami Roh Dewa. Sehingga saat pencucian Patung, sang Roh sedang keluar, saat itulah patung dilakukan pencucian” ungkap Budi.

Untuk mengetahui keluarnya roh dewa tersebut, pemeluk Kong Hu Cu melalui Locu ( pemimpin peribadatan) ibu Inge Indriasari. ” Dengan menggunakan sarana Pak Pwe,  kita bisa mengetahui apakah roh sudah keluar dari patung atau belum. Kalau dari dua telapak tangan satu tengkurap satu terbuka, artinya dijawab Ya, kalau dua duanya tengkurap berarti dijawab Tidak, tetapi kalau kedua telapak membuka semua artinyaa tertawa, kita disuruh menanyakan lagi” ungkap Budi.

Terkait hal ini locu klenteng Hok An Bio Purwodadi Grobogan Inge Indriasari membenarkan hal tersebut. Inge berceritera,  suatu hari ada umat yang menanyakan apakah  istrinya selingkuh, melalui Pak Pwe itu pertanyaan tadi terjawab ” Yha” berarti istrinya benar selingkuh dan sudah mempunyai anak. Namun yang bersangkutan sudah dipesan,  jika jawabannya Ya, tidak meluapkan emosinya.” Ini benar terjadi, dan yang bersangkutan ketika mendengar jawaban Ya, ya tidak emosi” katanya mengenang.

Untuk jabatan locu pun, Inge mengatakan harus juga ditanyakan kepada Sang Penguasa, dijawab Ya atau Tidak, ya sarananya memakai Pak Pwe” ungkapnya. Harapan locu Purwodadi, dengan persembahyangan Imlek ini agar setiap mahluk hidup khususnya di Kabupaten Grobogan selalu mendapatkan perlindungan dan ketenteraman.

Eko Darmawan menambahkan, peribadatan di klenteng Hok An Bio dilaksanakan setiap bulan dua kali yakni setiap tanggal 1 dan tanggal 15 menurut penanggalan Cina, pungkasnya. Gong Xi Fa Cai, Selamat Tahun Baru. (jokowidodo)

Bagikan ke:

3 thoughts on “Peringatan Imlek ke 2573 di Grobogan Berlangsung Sederhana Namun Kidmat

  1. Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wanted to say that I’ve really enjoyed browsing your blog posts. After all I will be subscribing to your feed and I hope you write again soon!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *