Sragen-Inspirasiline.com. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen, Suparno meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) segera melakukan eksekusi dan penanganan terkait kondisi jalan penghubung antar klaster Museum Sangiran di Dukuh Glagahombo/Wonolelo, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen yang longsor dan ambles.
Selain menjadi akses penting penunjang wisata, desakan perbaikan dilontarkan karena ada empat Kepala keluarga ( KK) dilaporkan terisolir sebab jalannya ambles tak lagi bisa dilalui.

“Saya minta DPU segera terjun melakukan penanganan, karena itu jalan kabupaten dan akses penting di lokasi wisata Sangiran, harapannya segera dilakukan perbaikan,” Ungkap Suparno saat dihubungi inspirasiline.com melalui phoneselnya Sabtu (26/2/2022) pagi.
Kondisi jalan ambles dan patah terpaksa ditutup total. Akibatnya, akses penghubung antar klaster Sangiran terganggu jalan tidak bisa dilewati kendaraan.
Warga Glagahombo/Wonolelo yang ikut terisolasi Suyono (53) saat ditemui Inspirasiline.com dilokasi Sabtu (26/2/2022) pagi mengatakan, longsor dan amblesnya jalan tersebut sudah terjadi beberapa waktu lalu.
“Awalnya hanya retak. Tapi karena terus kemasukan air membuat jalan ambles dan patah.
Saat jalan tiba-tiba ambles dan patah. Kami langsung inisiatif memasang rambu penutup jalan, karena tidak bisa dilewati kendaraan, apalagi sehabis Jum’atan kemarin sampai malam hujan deres, ini amblesnya tambah “Ungkap Suyono Sabtu (26/2/2022) pagi sekitar pukul :08.30 WIB.
Sebenarnya, lanjut Suyono warga sudah inisiatif sendiri gotong royong menutup jalan yang patah dengan menambal pakai batu dan tanah, karena hujan terus batu dan tanah ikut ambles.
Suyono menjelaskan, jalan kontruksi cor ini merupakan akses utama warga sekitar serta wisatawan yang ingin berwisata di Sangiran.
“Apalagi setelah dibuka sejumlah klaster baru di kompleks Sangiran, jalan ini merupakan penghubung antar klaster Manyarejo, Ngebung dan Museum Utama Sangiran “Ungkapnya menambahkan.
Dikatakan, amblesnya jalan tersebut juga membuat sejumlah rumah warga terisolir. Bahkan 4 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke rumah saudara terdekat.
“Setelah Pak Bayan dan warga lapor ke Pak Lurah, petugas Kecamatan dan dari DPU sudah pernah datang kesini, tetapi realisasi perbaikan kapan?, Saya tidak tau, semoga lekas diperbaiki” Ungkap Suyono.
” Warga yang mengungsi termasuk saya sudah mendapat bantuan dari Pak Lurah, tetapi berupa sembako ” Ungkapnya ( Sugimin/17)
