Kepala SMPN Plupuh 1 Suharno : Minggu Depan Kelas IX Sudah PAT

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Tersebar informasi ada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Wilayah Kecamatan Sragen  positif terpapar covid-19 .

Imbasnya, siswa satu kelas lainnya terpaksa harus menjalani swab tes. Beruntung, hasil tracking dan swab tidak menunjukkan adanya penularan ke siswa lain,sehingga proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kelas itu dan sekolah tersebut tetap bisa digelar.

“Alahamdulillah siswa disini sehat semua, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kita shif separo pagi, separo siang. Untuk kelas IX minggu depan sudah Penilaian Akhir Tahun ( PAT) ” Ungkap Kepala SMPN 1 Plupuh Suharno di ruang kerjanya Senin (14/3/2022).

“Siswa keseluruhan disini 606 rinciannya kelas VII :184, kelas VIII : 210 dan kelas IX :212..PTM-nya satu Minggu gilir untuk satu kelas, sehingga semua kebagian masuk pagi dan siang

Sebelum masuk siswa harus cuci tangan dan kita cek suhu tubuhnya, saat istirahat diawasi tidak boleh berkerumun ” Ungkap Suharno menambahkan.

“Kemarin memang ada anak yang terpapar (positif). Di salah satu SMP di wilayah Kecamatan Sragen. Akhirnya satu kelas diswab dan tracking semua. Alhamdulillah hasilnya banyak yang negatif,” Ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud) Sragen Suwardi ketika dihubungi Inspirasiline.com melalui phoneselnya Senin (14/3/2022)

Beruntung karena banyak siswa lain yang swabnya negatif, sehingga tidak sampai mempengaruhi proses PTM di kelas maupun sekolah tersebut.

Suwardi memastikan jika ada temuan kasus positif di satu kelas kurang dari lima %, pembelajaran tetap berlangsung

“Tetapi kalau lebih dari itu akan dikembalikan dengan daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Alhamdulillah, siswa yang positif itu sudah membaik dan kini sudah masuk lagi,” Ungkapnya.

Dengan kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat ini, PTM  masih tetap berjalan.

Hanya saja, untuk mencegah potensi penyebaran kasus, PTM terpaksa dilakukan pembatasan 50% kapasitas.

“Kalau PTM tetap jalan tapi 50% . Jadi anak-anak masuk separuh-separuh. Kita buat dua shif, yang 50 % pagi, selang satu jam kita masukkan 50 % shift kedua,” Ungkap Suwardi menjelaskan.

Pemberlakuan pembatasan 50% itu dilakukan sejak awal bulan. Suwardi menegaskan kebijakan itu dilakukan untuk tetap menjaga agar PTM tetap berjalan setiap hari namun risiko penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Intinya siswa tetap bisa bertemu setiap hari tapi juga pembelajaran tetap aman,” Ungkapnya.

Guna mencegah penyebaran, semua sekolah ditekankan untuk menetapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Di antaranya dengan mewajibkan semua siswa, guru dan karyawan mengenakan masker. Mencuci tangan, Menjaga jarak, tidak berkerumun dan cek suhu badan.

“Alhamdulillah sampai sekarang masih relatif aman dan PTM bisa berjalan lancar meski harus dikurangi kapasitasnya 50%”. Ungkap Suwardi menjelaskan. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *