Sragen-Inspirasiline.com. Hampir semua petani di Bumi Sukowati mengeluh kekurangan pupuk subsidi. Salah satu petani di Dewa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen Tarmuji (57) mengatakan, pupuk subsidi hanya sedikit kalau diluar banyak, tetapi harganya mahal.
“Petani itu selalu dirugikan, kalau panen harga jual murah, pupuk subsidi tidak mencukupi, itupun pengambilannya harus menggunakan kartu tani” Ungkapnya Rabu (16/3/2022).
Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Plupuh Slamet,SP ditemui Inspirasiline.com di ruang kerjanya Rabu (16/3/2022) mengatakan, petani tidak bisa mengajukan pupuk diluar alokasi.
“Pupuk subsidi diberikan Sesuai Rencana Devitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).Jatah pupuk per hektar, urea:200 Kg, voska 85 Kg dan pupuk organik 200 Kg” Ungkapnya.
“Pemberian pupuk itu dibagi 2 yakni E- RDKK pengajuan berdasar Rekomendasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan RDKK berdasar Surat Keputusan (SK) Bupati. Kita tahu kebutuhan Petani, tetapi mau bagaimana lagi ?” ungkap Slamet menambahkan.
Disinggung tentang kartu tani yang banyak dikeluhkan, Slamet mengatakan, fungsi kartu tani itu hanya untuk penebusan pupuk di Kios Pupuk Lengkap (KPL).
“Setiap bulan ada pertemuan Kelompok Tani Nelayan Andalan ( KTNA) bulan ini khusus Kecamatan Plupuh Kamis, 24 Maret 2022 mendatang di sini ( BPP Kecamatan Plupuh-red). Dalam pertemuan itu membahas berbagai kesulitan petani dan mencari solusi terbaik serta memberikan info terbaru yang bisa dilakukan petani” Ungkap Slamet meyakinkan. ( Sugimin/17)

Hi there, I found your web site via Google while looking for a related topic, your site came up, it looks good. I have bookmarked it in my google bookmarks.