Sragen-Inspirasiline.com. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati pastikan proyek pembangunan jembatan Butuh, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh penghubung Desa Pilang, Kecamatan Masaran akan kembali berlanjut.
“Kami pastikan, pembangunan jembatan Butuh bisa dilanjutkan lagi. Karena sampai saat ini masih ada kendala pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jembatan vital penghubung 2 Kecamatan ini,” ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowsti memastikan usai meninjau langsung kondisi pembangunan jembatan Butuh bersama jajarannya Jumat (25/3/2022) lalu.
Orang nomor 1 di Bumi Sukowati ini mengakui masih ada beberapa lahan milik warga yang belum terbebaskan. Hal inilah yang membuat pembangunan jembatan sepanjang 150 meter dengan lebar 7 meter tersebut tertunda.
“Insya Allah kami segera menyelesaikan pembebasan lahan pembangunan jembatan permanen penghubung Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh dengan Desa Pilang, Kecamatan Masaran Saat ini masih ada 34 dari 50 bidang yang harus dibebaskan,” Ungkapnya menjelaskan.
Dikatakan, jika pembangunan jembatan Butuh, Desa Gedongan itu sebenarnya sudah dimulai sejak 2019 lalu dengan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Namun, hingga akhir Desember 2019 realisasi pembangunan hanya 40,8% sehingga sisa anggarannya dikembalikan ke Pemerintah Provinsi Jateng
“Permasalahannya terletak pada pembebasan lahan yang belum beres. Hari ini Jumat (25/3/2022) kami cek jembatan. Keberadaan jembatan permanen itu vital karena yang ada sekarang masih berupa jembatan gantung yang hanya bisa diakses sepeda dan sepeda motor saja. Kalau jembatan permanen itu dibangun bisa benar-benar membuka akses antara Kecamatan Masaran dan Plupuh,” Ungkapnya meyakinkan
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen diminta segera mengidentifikasi kendala dalam pembebasan lahan tang diharapkan bisa dilakukan secara bertahap hingga 2024 mendatang supaya jembatan permanen itu segera jadi.
“Jembatan ini jembatan yang vital. InsyaAllah tahun 2023-2024 nanti kita mulai sharing. Jadi, kita selesaikan lahan dulu, kalau proses membangun itu suatu hal yang mudah karena kita bisa minta bantuan pemerintah Provinsi ataupun Pusat. Kalau untuk peningkatan ekonomi insya Allah cepat direspon” Ungkap Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu mebambahkan
Terpusah Kepala DPU Sragen, Raden Suparwoto mengatakan, ada 50 bidang lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan jembatan ini. Sebanyak 13 bidang sudah selesai dibayar serta tiga bidang pemiliknya sudah setuju dan segara dibayarkan ganti ruginya. Sementara 34 bidang sisanya masih proses untuk dibebaskan.
“DPU akan melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik 34 bidang ini. Pekan depan kami akan mengumpulkan warga yang terkena dampak pembangunan jembatan itu. Tahun ini opmistis bisa selesai. Setelah pembebasan lahan selesai, DPU akan membangun fisik jembatannya,” Ungkapnya
Raden Suparwoto merinci fisik jembatan, rencana dibangun dengan rangka baja yang terdiri dari tiga bentang panjang 50 meter, Abutment (bangunan bawah jembatan) 2 buah, dan pilar tengah sebanyak 2 buah.
“Ada juga bangunan pelengkap (retaining wall, shear wall, saluran drainase, patok pengarah), dan jalan pendekat,” ungkap Raden Suprawoto menjelaskan. ( Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
