Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Pusat mengizinkan mudik lebaran tahun 2022. Dengan persyaratan, pelaku perjalanan harus sudah vaksin dosis kedua dan ketiga (booster).
Sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nasional, setiap warga yang baru vaksin dosis pertama dan dosis kedua tetap boleh mudik tetapi wajib tes PCR atau antigen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyambut baik kebijakan tersebut dengan terus mengebut program vaksinasi bagi masyarakat di sejumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes)
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengizinkan warganya di perantauan mudik ke kampung halaman di Kabupaten Sragen.
Orang Nomor 1 di Bumi Sukowati ini memahami lebaran adalah momentum yang ditunggu untuk berkumpul dengan keluarga dan melepas kerinduan.
“Tentu kita sambut baik ya, karena sudah mulai ada pelonggaran. Biarkan mereka pulang, bergembira bertemu dengan sanak keluarga. Karena ini juga yang ditunggu-tunggu masyarakat setelah dua tahun berjuang melawan pandemi,” ungkapnya saat Safari Ramadhan 1443 Hijriyah (H) di setiap Desa terakhir di Desa Blangu, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen Kamis (14/4/2022) lalu.
Tetapi bukan berarti pemudik dibebaskan begitu saja kata Yuni sapaan akrab.Bupati Sragen itu. Mereka katanya, harus tetap mematuhi peraturan pemerintah, yakni vaksin booster atau membawa hasil tes swab negatif Covid-19.
Dikatakan, Selama masa arus mudik, Pemkab Sragen akan mendirikan posko di sejumlah titik.
” Ini agar kasus Covid-19 tetap terkendali di tengah meningkatnya mobilitas warga. Petugas Posko akan memeriksa pemudik secara random atau acak” Ungkapnya
“Jadi mereka akan dicek persyaratan mudik, kalau ada yang belum vaksin petugas tidak akan menghalau balik pemudik ke kota asal. Tapi, mereka akan langsung diarahkan untuk menjalani vaksin booster di tempat yang telah disediakan, sehingga mereka yang sudah divaksin booster bisa melanjutkan perjalanan pulang untuk bertemu keluarga” Ungkap Yuni menjelaskan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto yang di hubungi Inspirasiline.com Minggu (17/4/2022) mengatakan, pelayanan vaksin baik reguler maupun booster selama Ramadhan 1443 H di Sentra Vaksinasi Sukowati Kompleks Kantor Bupati Sragen setiap Senin-Kamis, pukul 08.00 -12.00 WIB dan di 25 Puskesmas yang ada, petugas Puskesmas siap jemput bola vaksinasi di Balai Desa bersamaan dengan pembagian dana bantuan program sembako dan subsidi minyak goreng (migor)
“Daripada ikut swab antigen atau PCR mendingan ikut vaksin dosis ketiga atau booster. Kalau sudah booster maka pemudik tidak wajib tes PCR (3 x 24 jam) sebelum pemberangkatan mudik atau antigen (1 x 24 jam). Atas dasar itulah kami menggalakkan vaksinasi dosis ketiga selama Ramadhan. Stok vaksin cukup. Dan bila habis setiap saat bisa langsung minta ke Provinsi Jawa Tengah,” ungkap Hargiyanto menjelaskan
Menurut Hargiyanto, cakupan vaksin dosis ketiga atau booster per Minggu (17/4/2022) ini baru 117.188 orang (15,11%) Untuk cakupan vaksin dosis kedua sebanyak 672.497 orang (86.69%). Kemudian cakupan vaksinasi dosis pertama, kata Hargiyanto, mencapai 711.710 orang (91,74%). (Sugimin/17)
