Sragen-Inspirasiline com. Gerakan penanggulangan kemiskinan bernama Tuntas Kemiskinan (Tumis) Gotong-Royong di Kabupaten Sragen resmi di Launching Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Desa Jabung, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Rabu (13/7/2022).
Informasi yang diterima Inspirasiline.com Gerakan tersebut menelan dana Rp1,6 miliar, namun tidak satu rupiah pun mengambil Anggaran Pendapatan Belanja Daeeah (APBD) Kabupaten Sragen, melainkan bersumber dari dana masyarakat.
Terobosan ini dilakukan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menggandeng seluruh pemangku kepentingan yang ada, diharapkan Desa sasaran bisa nol kemiskinan.
“Kami me-launching program Tumis Gotong-Royong. Banyak yang terlibat, seperti Baznas, Lazismu, Lazisnu, lembaga amil zakat lainnya, PMI, PLN, GNOTA, Forum Usaha Daerah, dan stakeholders lainnya. Termasuk Aparatur Sipil Negar (ASN) ” Ungkap Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu mengajak semua pihak bersama-sama mengentaskan kemiskinan. Yuni mengakui dana miliaran rupiah untuk mengentaskan kemiskinan hasilnya tidak maksimal. Sehingga mencoba upaya baru yakni Tumis Gotong Royong.
“Dana yang terserap untuk Tumis Gotong-Royong ini mencapai Rp1,6 miliar tetapi tidak satu sen pun diambil dari APBD, semua gotong-royong. Kami semua bersemangat ingin menuntastkan kemiskinan. Harapan kami di Jabung bisa zero kemiskinan. Program ini terus dievaluasi dan diidentifikasi,” Ungkapnya. Penanganan kemiskinan berbasis Desa itu didasarkan pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
“Untuk yang miskin absolut diberi jatah hidup (jadup), yakni mereka yang miskin tidak produktif dan sudah lanjut usia. Pemberian jadup Rp200.000/bulan selama setahun itu nanti dievaluasi. Kalau anaknya sudah mandiri dan bisa membiayai orangtuanya maka jadup bisa dievaluasi tahun depan. Sasaran di Jabung ini ada 38 orang,” jelasnya.
Yuni menyampaikan pola ini digunakan di semua Desa yang masuk zona merah kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
“Ini namanya learning by doing. Kami melakukan sesuatu bukan pasif. Pola ini bisa menurunkan angka kemiskinan berapa persen, nah itu belum bisa dihitung karena program baru mulai,” Ungkabnya
Terpusah Kepala Desa (Kades) Jabung, Kecamatan Plupuh Triyono mengungkapkan, Desa Jabung tidak mengajukan untuk progam tersebut. Tapi ditunjuk Bupati setelah melihat Pemerintahan Desa (Pemdes) dan warganya.
”Pemkab Sragen punya program Tumis. Kami diberi kepercayaan menjadi percontohan.Jadi bila program ini lancar, akan dilaksanakan di Desa-Desa lain” Ungkap Triyono.
Triyono bersyukur dengan ini banyak warga Jabung terbantu. Sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat yang miskin. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ada 630 kepala keluarga (KK) yang perlu bantuan. Namun setelah dilakukan asesmen, menyusut menjadi 525 KK. Jumlah tersebut nyaris setengah populasi Desa, karena total jumlah 1.250 KK dengan jumlah penduduk mencapai 4.000 orang.
Triyono menambahkan, sebenarnya Desa Jabung tidak harus didahulukan untuk menerima program tersebut. Namun ada pertimbangan Bupati sebagian warga miskin di Jabung memiliki keahlian menjahit. Karena sebagian merupakan pekerja di home industri konveksi.
Dari program ini kata Triyono, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diberikan pada 57 penerima manfa’at. Kemudian pembangunan jamban sehat 48 titik rumah. Serta lima siswa Sekolah Dasar (SD) menerima bantuan sepeda dan alat tulis. Ditambah satu siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat bantuan laptop.
38 KK miskin absolut per bulan mendapatkan Rp 200 ribu. Penerima Usaha Ekonomi Produktif (UEP)155 orang. Masing-masing mendapat Rp 2 juta. Selain itu ada 332 orang mendapatkan kartu. Program tersebut berjalan sampai September 2022. (Sugimin/17)
