Polres Bekerjasama Dengan Pemkab Gelar Sosialisasi Kekerasan

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Mengingat masih banyaknya kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak maka dalam rangka memperingati hari Jadi Polwan ke-78 Polres Sukoharjo menggandeng Pemkab menyelenggaraaka sosialisasi kekerasan perempuan dan anak, acara berlangsung di gedung terpadu lantai 10 pada Rabu (24/8/2022).

Adapun peserta yang mengikuti sosialisasi antara lain Polwan Polres Sukoharjo, Kowad Kodim 0726 Sukoharjo, PNS dari Polres dan Kodim Sukoharjo, Bhayangkari, Persit, serta tamu undangan lainnya.

Hingga saat ini di kabupaten Sukoharjo ditemukan 17 kasus kekerasan terhadap anak  dengan kasus terbanyak  yaitu kekerasan seksual. Akibat kekerasan seksual itu selain tertular infeksi menular seksual (IMS) anak-anak juga mengalami trauma. Tidak menutup kemungkinan mengalami penyimpangan seksual.

Arieffah dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di RS Hermina Solo dan RS JIH Solo, selaku nara sumber dalam kegiatan ini mengatakan bahwa korban kekerasan berpeluang menjadi pelaku lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Foto saat berlangsungnya sosialisasi di gedung menawijaya

“Anak-anak korban kekerasan seksual akan menjadi pelaku LGBT di kemudian hari sangat besar kemungkinannya. Selain itu anak-anak akan rentan tertular infeksi menular seksual dari mulai yang ringan sampai yang paling berat,” jelasnya.

lebih lanjut dr Arieffah juga mengatakan masa depan anak akan sulit untuk dibina dengan baik, karena menurutnya bagaimana anak akan belajar dengan baik jika secara fisik tidak sehat.

Apalagi kepada korban kekerasan yang kurang mampu. Semakin lama korban, kondisi kesehatan akan semakin terlantar dan tidak terobati, justru akan muncul banyak komplikasi, jika mengalami IMS.

“Saat ini belum ada penelitiannya  berapa banyak jumlah total LGBT di Solo Raya. Tetapi dalam satu bulan yang saya tangani tidak banyak hanya satu sampai dua kasus. Pernah empat kasus dalam satu bulan. Tetapi balik lagi saya rasa ini fenomena gunung es,” ungkapnya.

Dia menambahkan pasien yang datang di kliniknya lebih banyak pasangan laki-laki dengan laki-laki dibandingkan perempuan dengan perempuan. Sementara pasien yang datang biasanya mereka yang telah terkena penyakit, bukan lagi dalam tahap pencegahan.   anak-anak yang feminin tidak serta merta dapat menjadi pelaku LGBT, tetapi harus ditentukan dari pemeriksaan ahli. Orang tua diimbau sejak dini memperhatikan anak-anaknya.

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, mengatakan pihaknya masih terus melakukan upaya menekan angka kekerasan di Sukoharjo.   Selain itu pemulihan korban kekerasan juga menjadi langkah lain yang diambil untuk menyelamatkan masa depan terutama anak-anak korban kekerasan seksual.

“menurut data terbaru di Sukoharjo tahun 2022 ini kasus kekerasan anak ada 17. Kalau kasus kekerasan perempuan ada 15 kasus. Kebanyakan kasus kekerasan seksual,” ujar Proboningsih.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendukung sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut. Bupati berharap dengan sosialisasi tersebut dapat menekan angka kejadian di Sukoharjo.

“Karena dalam setahun ini terdapat sebanyak (sekitar) 40 kasus terhadap perempuan dan anak. Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban bullying,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyampaikan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut merupakan rangkaian dalam rangka Hari Jadi Polwan ke 74 yang jatuh pada 1 September 2022.   Kapolres  menerangkan sosialisasi tersebut merupakan bentuk preventif Pemkab dan Polres Sukoharjo dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Ini merupakan bentuk preventif, dimana tujuannya adalah menghindari munculnya potensi-potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi sebelum diproses hukum lebih baik dicegah dahulu,   Selain itu  dengan sosialisasi ini diharapkan Polwan Polres Sukoharjo juga dapat menjalankan fungsinya dalam memberdayakan perempuan dan anak. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *