Tegal-Inspirasiline.com. Tidak seperti biasanya sebuah gang sempit di Jl. Cemara Mangundipuran Kelurahan Mintaragen Kota Tegal, yang biasanya sepi, tapi pada malan itu Sabtu (10/9/2022) mendadak ramai banyak anggota Polisi yang datang tetapi hanya beberapa anggota saja yang berseragam, lainnya pakaian biasa atau preman.
Sebuah pelataran depan rumah sangat sederhana terpasang dua buah lampu berwarna biru dan putih dengan cahayanya yang redup mengarah ke sebuah baner bertuliskan Polisi dan Puisi ” Menguatkan Integritas Kepolisian Terhadap Kepercayaan Masyarakat” .

hajatan yang digagas oleh budayawan Atmo Tan Sidik, setidaknya membuat penasaran warga sekitar entah seperti apa gelaran budaya yang nenampilkan sejumlah seniman dan penyair dari Tegal Brebes dan Pemalang seperti Entih Mudakir, Ipuk Proken, Wahyu Ranggati, Jimy HC, Rifji Lazuardi, Selaras, Dyonk Gyong, Iwang Nirwaa, Gus Mi, Retno Kusrini, Fauzak Umar, Abae Ceper, Ki Deong, Sherly Rostarina, Ghusifa serta Riani Pemulung, dan Tanbari Gustam
Seperti parade puisi, setelah diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, satu persatu mereka tampil membacakan puisi dengan gaya masing-masing.


Nampak hadir pada acara tersebut, Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat, SS, bersama sejumlah Ka. Sat di Polres Tegal Kota, budayawan Atmo Tan Sidik dan para pecinta seni lainnya.
Kepada sejumlah media Atmo mengatakan, bahwa puisi telah memainkan peran sebagai therapy, dan tentu bukan kultural tapi struktural. Menurut Atmo menyampaikan pesan bukan harus dengan logika tetapi bisa dengan estetika dan momen silaturahmi terkadang menjadi komunikasi in formal yang efektif dalam kontek budaya jawa dan silaturahim juga sesuatu yang sangat universal dalan kehidupan.
AKBP Rahnad Hidayat merasa bangga adanya sinergisitas antara jajaran kepolisian dengan serniman, sastrawan di Tegal sehingga terbentuk integritas untuk mmbangun kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kepolisian.
Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan bisa lebih mendekatkan antara polisi dengan berbagai elemen masyarakat, seniman dan para budayawan.
Dikaitkan dengan situasi yang sedang menguji institusi polri, maka acara Polisi dan puisi yang di gagas oleh Atmo Tan Sidik, dinilai momen yang tepat bagi jajaran ke polisian untuk mendekatkan diri dengan seluruh lapisan masyarakat, sebab untuk terciptanya situasi yang kondusi polisi tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat.
Kapolres juga minta kegiatan semacam ini perlu dilanjutkan guna menjalin silaturahmi. Kemudian acara dilanjutkan dengan lounching Teater Gema (Generasi Mangundipuran) oleh Nursidik yang akrab di panggil Sengsong (Biet)
