Semarang-Inspirasiline.com. Hadirnya para guru dan tenaga kependidikan dari Sabang sampai Merauke yang berjumlah sekitar 18 ribu orang di Marina Convention Centre (MCC) Semarang pada puncak peringatan HUT Ke-77 PGRI dan HGN 2022 pada Sabtu, 3 /12-2022 menjadi bukti tingginya eksistensi PGRI dan besarnya rasa cinta anggota kepada organisasinya.
Dalam acara yang dihadiri Presiden Jokowi, Mendikbudristek Nadiem, Kepala Daerah dan Pengurus PGRI dari 34 provinsi se Indonesia, Ketua Umum PB PGRI Prof.Dr.Unifah Rosyidi,MPd mengatakan masih banyak guru Non ASN yang berpenghasilan tidak memadai. Menurutnya PGRI akan terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para guru, pendidik dan tenaga kependidikan negeri maupun swasta, baik yang dibawah naungan kemendikbudristek maupun kemenag, baik yang sudah bersertifikasi maupun yang belum bersertifikasi. PGRI juga berkomitmen memperjuangkan nasib guru-guru yang sudah lolos passing grade PPPK agar mendapatkan kejelasan, keadilan dan ketuntasan dalam proses perekrutannya.

Prof.Unifah mengatakan untuk meningkatkan kompetensi guru, PGRI melalui APKS dan SLCC mengadakan berbagai kegiatan. Selain itu juga mengadakan Lingkar Belajar Guru (LBG) sebagai wadah para guru untuk saling belajar dan berbagi berbasis permasalahan yang ditemui di lapangan. PGRI berkomitmen menjadikan sekolah sebagai pusat perubahan dan pengembangan karakter peserta didik bekerja sama dengan Kemenko PMK RI.

Dihadapan 18 ribu guru dan tenaga kependidikan, Presiden Jokowi mengingatkan tentang pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu para guru diminta terus mengupdate ilmu dan teknologi informasi. “Cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi menyebabkan apa yang kita pelajari hari ini bisa berupah di esok hari. Kemarin kita tahu ada cryptocurence dan belum kita pahami, saat ini sudah ada istilah crypto-asset”, katanya.

Dengan pesatnya kemajuan zaman, Presiden Jokowi meminta para guru terus mengikutinya. “Jangan sampai ilmu-ilmu yang sudah usang 20-30 tahun diberikan kepada anak didik”, tandasnya.
Presiden Jokowi juga mengingatkan agar para guru peka dengan kesehatan peserta didik, termasuk ada tidaknya siswa yang stunting. Untuk itu pola hidup sehat harus dikenalkan sejak dini, demikian pula dengan makanan sehat dan olah raga yang harus dibiasakan sejak dini. Menurutnya tidak akan ada artinya jika siswa memiliki nilai 10 tetapi sakit-sakitan.

Dalam kesempatan yang sama, Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan ada tiga langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi kekurangan guru. Pertama, jika bulan Maret 2023 pemerintah daerah masih belum memenuhi usulan kebutuhan guru, pemerintah pusat yang akan melengkapi kekurangan formasi tersebut.
Langkah kedua yang akan dilakukan Nadiem, pemerintah akan melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mengatur masalah dana gaji PPPK hanya dapat digunakan untuk penggajian PPPK saja. Yakni tidak dapat digunakan untuk urusan kependidikan lainnya. Langkah ketiga adalah menjaga dana gaji dan tunjangan guru PPPK dengan mengirimkan dana tersebut ke daerah setelah SK dikeluarkan.

Nadiem juga menjelaskan tentang Kurikulum Merdeka yang didesain khusus oleh guru dan untuk guru. Adanya program Guru Penggerak yang berfokus untuk mempersiapkan generasi baru sebagai pemimpin.
Sebelumnya Gubernur Ganjar Pranowo mengajak hadirin untuk mendoakan 1.824 guru yang gugur terkena Covid-19. Menurutnya tidak ada kerugian besar kecuali kehilangan para guru. Menurutnya peran guru sangat besar dalam kehidupan suatu bangsa. Dicontohkan Jepang ketika hancur dibom atom, Kaisar Jepang memerintahkan berapa jumlah guru yang masih hidup. Dan dari guru yang selamat itulah Jepang bangkit membangun negaranya sampai sekarang. (Laras)
