Baru Dua Bulan Beroperasi, Sejumlah Fasilitas Pasar Kreatif Lasem Bermasalah

NEWS

Rembang, Inspirasiline.com. Meski proyek belum di resmikan dan baru dua bulan pasar kreatif di Kota Pusaka Lasem, Rembang, beroperasi, namun sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Antara lain, atap bocor, genset tak berfungsi dan besement kemasukan air lantaran pompa air mati.

Sejumlah pedagang Jumat (20/1), menuturkan, setiap hujan lokasi parkir motor dan mobil atau basement di lantai dasar selalu kemasukan air dari jalan. Sehingga membuat tidak nyaman bagi pedagang dan warga yang mau berbelanja.

Juga ada beberapa atap gedung berlantai 3 tersebut bocor. Sehingga pada saat turun hujan, cukup mengganggu aktifitas pedagang.

“Mesin genset untuk mengantisipasi jika listrik mati juga tidak berfungsi. Kami sudah melapor pada pengelola pasar, namun hingga kini belum ada perhatian,” tutur seorang pedagang yang enggan di sebut namanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang Mohammad Mahfudz saat di konfirmasi membenarkan kondisi diatas.

M Mahfud mengatakan, selama beroperasi dua bulan, diakuinya ada beberapa catatan. Diantaranya, atap yang bocor, genset tak fungsi, pompa air mati dan menyebabkan basement kemasukan air.

“Kami sudah sampaikan ke PPKom proyek di Kementerian PUPR. Harapannya selama masa pemeliharaan kontraktor bisa segera memperbaiki hal-hal yang belum sesuai. Termasuk rembesan, genting bocor sudah disampaikan. Kemudian genset saat listrik padam tidak berfungsi,” terang Mahfud.

Terkait basement yang kemasukan air dengan ketinggian hingga 40 sentimeter. Mahfudz mengaku hal tersebut ditindaklanjuti dengan menyedot air lalu dibuang. Ia mengakui curah hujan tinggi, membuat air meluber hingga masuk.

Menjawab media Mahfudz  mengungkapkan, kini dari 163 kios di pasar kreatif telah terisi sekitar 83 pedagang. “Sekitar 60 persen yang sudah masuk,” katanya.

Pihaknya berharap pemerintah pusat segera meresmikan saat semua pedagang sudah 100 persen menempati. Kini, pihaknya terus melakukan percepatan. Agar pedagang yang telah diberi tempat kembali segera berjualan.

”Estimasi saya menjelang Puasa atau Februari-Maret semua pedagang mulai beraktititas. Karena biasanya mrmjelang lebaran dagangan akan laris,” pungkas Mahfudz.

Seperti di ketahui, tahun lalu Kementrian PUPR telah membangun Kota Lasem sebagai bagian dari pembenahan Lasem Sebagai Kota Pusaka dengan anggaran sekitar Rp 90 miliar. Namun proyek tersebut hinga kini belum diresmikan. (yon daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *