Sukoharjo-Inspirasiline.com. Sekretariat SEHATI Sukoharjo resmi menempati kantor baru setelah diadakan acara slup-slupan pada Jum’at (17/3/2023) yang beralamat di jalan Kresna Pulosari RT:3 RW: 4 Gayam Sukoharjo, yang dihadiri oleh Sony Sumarsono dari DPRD Jateng, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, OPD dilingkungan setda Sukoharjo dan tokoh masyarakat Gayam serta pengurus dan anggota SEHATI Sukoharjo
Ketua SEHATI Edy Supriyanto kepada wartawan usai acara mengatakan bahwa sekretariat SEHATI mulai hari ini resmi menempati kantor sekretariat baru, yang mana sebelumnya menempati gedung Bina loka Karya milik Pemprov Jateng, dengan sekretariat baru ini diharapkan SEHATI bisa mandiri, selain acara slup-slupan hari ini juga kami gelar sosialisasi program.

Di SEHATI ini ada beberapa program diantaranya akses sle play hut yaitu program penempatan tenaga kerja dukungan dari vois global Uni Eropa di 3 Kabupaten yaitu Sukoharjo, Wonogiri, dan Boyolali selain itu juga program untuk mereka yang mengalami kusta ada didua Kecamatan yaitu di Kecamatan Bendosari dan nguter, sebelumnya sudah menangani 2 desa di Bulu, kami usahakan mereka yang kena kusta bisa mendapatkan pelayanan yang prima tanpa stikma di dinas kesehatan, dan supaya mereka itu juga mendapatkan akses untuk bekerja.
Lebih lanjut Edy juga menyampaikan kita sedang mengembangan desa tangguh bencana eklusif, tahun sebelumnya sudah terbentuk didesa Kadokan dan Pandeyan, kita disabilitas itu bisa 3-4 kali lipat beresiko sehingga betul-betul memerlukan pembekalan yang eklusif. Kami disabilitas disisi SDM punya ketrampilan yang sama dengan yang lain terbukti tahun terakhi ini kami bisa mempekerjakan lebih dari 30 orang di berbagai perusahaan, bahkan di Institusi Polri yaitu Polres Sukoharjo sudah bisa menerima anggota kami disabilitas sebagai operator call center 110 untuk melayani kepentingan masyarakat.

Kami sudah membangun MoU dengan berbagai perusahaan seperti Sri Tex, Asia, Bratders, Sri Bulan Permana kami siapkan tenaga kerja baik skil dan sop skilnya, selain itu kami mendampingi calon tenaga kerja tersebut mulai dari tes tertulis, wawancara, bahkan temen-temen yang tuli kita dampingi dengan bahasa isyarat, sampai dia kerja masih kita dampingi supaya lingkungan kerja mereka bisa inklusif, kami bisa buktikan itu, bahwa bekerja jangan dilihat dari fisiknya akan tetapi lihatlah skilnya, terang Edy Supriyanto.
Kantor sekretariat baru ini akan kami kembangkan sebagai rumah disabilitas untuk peningkatan kapasitas, karakter building, belajar bareng SEHATI untuk diskusi-diskusi tematik terkait dengan caspro, produksi, kebencanaan, ketrampilan, dan kami terbuka juga bagi siapa saja yang akan belajar menjahit, komputer, ingin belajar bahasa isyarat kami juga punya relawan, makanya sekretariat ini akan jadikan pusat sumber informasi pengembangan inklusi, bagaimana kerja inklusi SEHATI lah tempatnya, imbuhnya.
Edy Supriyanto yang juga sebagai konsultan dikedutaan besar Australia, dan Asosiasi Pemerintah kota dibidang bagaimana cara menciptakan tenaga kerja inklusif. Dia berharap dengan diresmikannya kantor sekretariat baru SEHATI Sukoharjo ini agar lebih maju dan berkembang, lebih produktif, semakin banyak masyarakat yang memahami disabilitas untuk bisa berinteraksi dan menerimanya ditengah-tengah masyarakat, dan bagi dunia usaha dan pemberi layanan agar layanannya lebih inklusif lagi.
Sementara itu Sony Sumarsono selaku Pembina SEHATI dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa dari perkembangan demi perkembang Sehati semakin maju dan berkembang, ini terbukti bahwa dari sisi SDM juga tidak kalah dengan yang lain, sudah mulai banyak perusahaan yang mempekerjakan disabilitas, bahkan institusi Polri pun juga menerima kami disabilitas sebagai karyawannya itu bagi kami merupakan penghargaan yang luar biasa, dan kami tunggu instansi pemerintah seperti Pemda juga bisa menerima disabilitas sebagai pegawainya, kami yakin disabilitas juga mempunyai ketrampilan skil yang cukup, ungkap Sony.
Dengan diresmikannya sekretariat kantor baru SEHATI ini kami harapkan bisa untuk meningkatkan kapasitas pengembang bagi temen-temen disabilitas untuk melakukan berbagai kegiatan administratif maupun praktek-paktek yang didukung dengan fasilitas dan sarana prasarana yang ada. (Prie)
