Sukoharjo-Inspirasiline.com. Bupati buka acara Advosai Prgram Bangga Kencana dan Percepatan penurunan angka stunting yang berlangsung di gedung terpadu Wijaya Utama lantai 10 komplek Pemkab Sukoharjo pada Selasa (4/4/2023) yang dihadiri oleh OPD, Camat, PKB, pokja kampung KB, dan generasi berencana.
Dalam kata sambutannya bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan bahwa program pembangunan keluwarga dan KB merupakan salah satu program unggulan BKKBN. Bangga Kencana menjadikan keluwarga sebagai sandaran pembangunan serta berfokus mewujudkan keluwarga yang berkualitas.

Salah satu program keluwarga berencana dalam membangun keluwarga berkualitas adalah upaya pengendalian penduduk dengan cara mengatur jarak kelahiran, melakukan pendewasaan usia perkawinan dan penurunan angka kelahiran bayi, ibu hamil dan ibu melahirkan.
Saat ini masih terdapat angka stunting dimasyarakat hal ini disebabkan kurangnya edukasi kepada calon pengantin, kurang terpenuhinya gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Stunting merupakan ancaman terhadap kualitas SDM, maka untuk menyikapi hal tersebut dibentuklah kampung KB yang sudah terbentuk di 167 desa/kalurahan sekabupaten hal ini menjadi strategis dalam membangun keluwarga yang berkualitas.

Lebih lanjut bupati Etik menyampaikan fokus kampung KB adalah peningkatan akses pelayanan kesehatan termasuk KB dan kesehatan reproduksi melalui program berbasis kesehatan masyarakat, peningkatan cakupan dan akses pendidikan, peningkatan cakupan layanan jaminan dan perlindungan sosial pada masyarakat miskin serta rentan, peberdayaan ekonomi keluwarga dan pendampingan serta pelayanan pada keluwarga dengan resiko kejadian stunting.
Dengan kegiatan Advokasi Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan angka stunting bupati berharap bisa meningkatkan kapasitas para peserta advokasi dalam percepatan penurunan angka stunting seminimal mungkin yang dimulai dari keluwarga, lingkungan sekitar dan masyarakat sehingga kedepan bisa menwujudkan generasi emas serta dapat menjadikan kabupaten Sukoharjo Zero stunting.

“ Dengan dibentuknya kampun KB diharapan bisa membantu memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi keluwarga, dan pendampingan keluwarga dengan resiko stunting,” ujar bupati Etik Suryani.
Bersamaan dengan kegiatan ini diberikan hadiah kepada juara lomba kampung KB tingkat kabupaten, yang keluar sebagai juara I. Kampung KB Pelangi desa Tanjung kecamatan Nguter dengan memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta. Juara II. Di raih Kampung KB Ngemplaksari desa Mayang kecamatan Gatak menerima piagam dan uang pembinaan Rp. 1,5 juta, dan juara III. di raih oleh Kampung KB Sejati desa Cangkol keamatan Mojolaban menerima piagam dan uang penbinaan sebesar Rp. 1 juta.
Juga di serahkan alat teknologi tepat guna usaha peningkatan kesejahteraan akseptor (ATTG UPPKA) kepada UPPKA Sekar Arum desa Palur kecamatan Mojolaban. (Prie)
