Rembang-Inspirasiline.com. Kasmiran, Warga Desa Nglandean, Kecamatan Kedungtuban, Blora dan Slamet warga Desa Wadang, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro diamankan Polres Blora belum lama ini.
Keduanya nekat mencuri sapi betina milik Jamin warga Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Diketahui, keduanya menjual sapi curian itu ke Pasar Hewan Pamotan Rembang.
Kasatreskrim Polres Blora AKP Slamet mengatakan, aksi pencurian itu terjadi pada Selasa (15/8) lalu. AKP Slamet menambahkan, korban diketahui memiliki empat ekor sapi. Yakni, tiga jantan dan satu betina.
Sekitar pukul 12.00 WIB sapi itu diikat di lahan tegalan turut Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.
“Korban biasa begitu. Mengikat sapi dengan tampar dan dililitkan pada patok besi. Alias dikeler. Kemudian ditinggal,” jelasnya.
Beberapa waktu berselang korban mengecek sapinya. Ternyata seekor sapi yang betina tak ada.
Selanjutnya korban mencari di sekitar lokasi. Dan kemudian menanyai seorang satpam yang berada di bengkel dekat lokasi. Tetapi tak mengetahui.
“Selanjutnya, mereka mengecek rekaman CCTV dan diketahui sapi korban dibawa orang tak dikenal dengan menggunakan pick up hitam,” tambahnya.
Korban pun kemudian melaporkan ke Polsek Cepu. Dari laporan itu, tim kepolisian melakukan penyelidikan. Setelah diketahui identitas pelaku, akhirnya keduanya dijemput paksa.
“Ternyata sapinya sudah dijual. Laku Rp 11 juta. Sebenarnya bisa Rp 20 juta. Tetapi mungkin karena hasil curian dijual murah,” imbuhnya.
Dari penyelidikan tersebut, sapi itu dijual di Pasar Pamotan Kabupaten Rembang. Hasil penjualan dibagi kedua tersangka. Dan kemudian sisa Rp 5,5 juta.
Uang sisa hasil penjualan itulah yang kemudian menjadi bagian barang bukti yang bisa diamankan.
“Kalau pengakuan pelaku baru sekali. Motif mereka katanya butuh uang,” tambahnya.
Atas perbuatannya tersebut kedua tersangka dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun. Dari pengakuan pelaku Kasmiran, ia melakukan aksi itu karena diajak Slamet.
Mereka saling kenal karena sama-sama berprofesi sebagai blantik sapi. Bertemu di pasar. “Karena diajak, saya mau saja,” terangnya. (yon).
