OLEH : TRIYANI,S.Pd.AUD
TK Desa Nguter 01 Kec.Nguter Kab.Sukoharjo
Kebersihan lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor terpenting untuk menciptakan suasana dan kenyamanan proses belajar mengajar. Sebagai seorang pendidik, upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dengan menanamkan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menumbuhkan kesadaran agar lebih peduli terhadap lingkungan. Memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang berbagai jenis sampah. Jenis sampah yang dapat didaur ulang atau organik, sampah yang tidak dapat didaur ulang atau an organik dan sampah yang mengandung B3 atau bahan berbahaya dan beracun. Dengan mengetahui berbagai jenis sampah, anak-anak akan lebih mudah mengetahui bagaimana cara mengelola dan menangani sampah yang ada di sekitar mereka.

Penanganan sampah yang selama ini mereka lakukan hanyalah dengan membuang sampah ke tempat sampah atau pun membakar sampah. Sampah yang mereka buang ke tempat sampah kemungkinan akan bercampur dengan sampah lainnya yang kemungkinan akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk itu anak-anak perlu mengetahui jenis sampah yang akan dibuang.
Dalam hal ini jika anak sudah mengetahui jenis sampah yang ada, anak akan dapat memisahkan mana sampah yang akan dibuang dan sampah yang dapat didaur ulang atau dapat digunakan lagi. Sampah yang mereka buang jika berasal dari bahan an organik jika mereka buang begitu saja akan menyebabkan sampah tersebut terurai sangat lama dan tidak lama akan memunculkan zat kimia beracun yang akan berdampak pada tanah, udara, hewan maupun tumbuhan. Untuk mengatasi sampah an organic, salah cara yang dapat diterapkan yaitu dengan memisahkan sampah tersebut untuk kemudian didaur ulang menjadi karya seni yang dapat dimanfaatkan kegunaannya yaitu ecobrick.

Ecobrick adalah pemanfaatan dan daur ulang sampah plastik. Pengertian lain yaitu botol plastik yang berisi potongan sampah plastik yang dipadatkan. Ecobrick diperkenalkan pertama kali di Amerika Serikat tahun 2000 oleh seorang arsitek asal Jerman bernama Andreas Froese yang menggunakan botol bekas minuman yang diisi pasir yang dipadatkan, disusun dan digunakan sebagai pengganti batu bata untuk membuat bangunan. Dalam hal ini kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengurangi sampah an organik yang semakin lama semakin banyak. Penggunaan ecobrick yang awalnya menggunakan pasir dapat diganti dengan jenis sampah plastik atau sampah yang tidak dapat didaur ulang. Dengan tekniknya yang sederhana dan mudah untuk dipelajari anak-anak ecobrick selain dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan juga dapat menciptakan kreativitas anak menjadikan barang yang sudah tidak berguna menjadi suatu karya seni yang dapat dimanfaatkan kegunaannya, Seperti hiasan dinding, tempat duduk yang nyaman.
Para murid TK Desa Nguter 01Kecamatan Nguter, Kabupeten Sukoharjo sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Tidak lupa juga melibatkan wali murid untuk ikut serta, bunda guru pun ikut berpartisipasi sehingga para murid dan wali murid semakin semangat dalam membuat ecobrick.

Materi bagus dan tertata apik,lebij bagus lagi di sertakan contoh gambar pemanfaatan dari ecobrick. Misalnya gambar benda/perabotan yang dibuat dari ecobrick
Njih matur nuwun utk kritik dan saran’nya bunda…????????,kmrn blm saya sertakan utk fotonya…????
Materi bagus dan tertata apik,lebij bagus lagi di sertakan contoh gambar pemanfaatan dari ecobrick. Misalnya gambar benda/perabotan yang dibuat dari ecobrick.
“Keep it up!”
Njih ,monggo kak..????
“Impressive!”
Sekolah yang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan pembelajarannya. Semoga TK Desa Nguter 01 lebih maju dan lebih sukses kedepannya. Mewujudukan sekolah yang unggul dan menghasilkan generasi yang cerdas dan berprestasi.