Grobogan-Inspirasiline.com. Berbagai upaya dilakukan manusia agar tetap sehat berumur panjang. Salah satunya dengan melakukan gerakan badan atau senam.
Ada berbagai jenis senam yang membuat badan kita menjadi lebih baik, salah satunya adalah senam tera. Senam ini sudah sangat berkembang di Indoneesia, bahkan pengurusnya sudah ada dari pusat, provinsi dan kabupaten, bahkan ada juga di kecamatan.

Bagaimana di Grobogan?
Waooww…luar biasa. Pengurus Senam Tera Indonesia (STI) Grobogan yang diketuai oleh Ny. Suryati Icek Baskoro ini sangat pesat perkembangannya, di setiap.kecamatan sudah ada kelompok STI dengan puluhan hingga ratusan anggota dan pelatihnya.
Sunarto (58) salah satu pelatih senam tera yang beralamat di Sambak Indah Danyang Purwodadi Grobogan menuturkan bahwa di Grobogan saat ini sudah ribuan anggota masyarakat yang setiap Sabtu dan Rabu melakukan
senam tera yang menyehatkan itu secara rutin.

“Wah, jumlahnya hampir ribuan masyarakat yang ikut STI ini, dan hal ini kami gelar tiap Sabtu dan Rabu” ungkapnya kepada media Inspirasiline com usai memimpin senam di blok Sambak Indah, pada Sabtu (2/8/2025).
Saat STI di gelar di perumahan tersebut, warga antusias sekali mengikutinya bahkan ada sebagian warga diluar perumahan juga ikut menyemarakkan senam kebanggan itu.
Di bagian lain, Sunarto menambahkan STI di Grobogan berdiri sejak 14 Januari 2025 dengan Ketuanya Ny. Suryati Icek Baskoro SE dengan Sekretariatnya di Kantor PP BRI Jl. KS Tubun no 1 Purwodadi Grobogan Jateng, tetapi secara nasional sudah berdiri sejak 12 Nopember 1985. Di Grobogan sudah memiliki 20 orang pelatih STI yang bersertifikat.
“Memang, STI di Grobogan awalnya diinisiasi oleh karyawan BRI sehingga pengurusnya banyak yang berasal dari purna tugas BRI” ucapnya.
Senam Tera ini kependekan dari kata Terapi yang artinya pengobatan dan pemulihan, dimana bila seeorang secara rutin melakukannya akan menjadi sehat terhindar dari penyakir degeneratif seperti stoke, jantung, paru dan lemah syaraf serta penuaan lainnya. Senam ini cukup dilakukan selama 30-60 menit sekali senam dan dilakukan secara rutin, minimal 2 kali seminggu.
Disini terdapat istilah terawan (laki) dan terawati (wanita) Kedepan, Sunarto selaku pelatih berharap semoga senam tera ini menjadi berkembang dan menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.
Terpisah, Ny Agus (60) warga Danyang menuturkan dirinya mengaku merasa segar pegal pegal hilang seusai mengikuti senam tera ini. Demikian juga yang disampaikan Aditya (63), dia ingin sekali rutin mengikuti senam tera ini sebab hingga kini dia merasa kesehatannya fit meski ada sedikit gangguan kesehatan. (jk)
