Respon Cepat Pemkab Sragen Tangani Ratusan Siswa Gemolong Keracunan MBG

NEWS

Sragen-Inspirasiline.cim.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen gerak cepat dalam menanggapi kasus keracunan massal yang menimpa Ratusan Siswa di Kecamatan Gemolong.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Hargiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Udayanti Proborini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prihantomo, serta Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), melakukan inspeksi langsung ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri Gemolong 1 dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gemolong pada Selasa (12/8/2025).

Kasus keracunan massal ini diduga berasal dari menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Senin (11/8/2025) di Sekolah Dasar (SD) dan SMP wilayah Gemolong. Menu tersebut terdiri dari nasi kuning, telur suwir, orek tempe, selada, timun, apel, dan susu. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mengalami gejala mual, sakit perut melilit, dan muntah. Seluruh korban menjalani perawatan jalan di rumah masing-masing tanpa ada yang memerlukan rawat inap. Untuk memulihkan kondisi, siswa yang terdampak sementara diliburkan dari kegiatan belajar.

Hingga data terakhir, jumlah korban tercatat sebanyak 251 Orang, terdiri dari:

SMP Negeri 1 Gemolong: 97 Orang

SD Negeri 4 Gemolong: 26 Orang

SD Negeri Gemolong: 66 Orang

SMP Negeri 3 Gemolong: 1 Orang

SMP Negeri 2 Gemolong: 61 Orang

Bupati Sigit Pamungkas  menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah berupaya menangani secara langsung usai insiden tersebut terjadi.

 “Kami langsung mendatangi penyedia MBG, melihat proses bisnis pengadaan, dan berdialog dengan pihak sekolah serta siswa terkait insiden ini,” Ujarnya.

Bupati juga menetapkan empat langkah kebijakan sebagai tindak lanjut:

Penghentian sementara distribusi MBG dari penyedia terkait selama minimal dua hari untuk investigasi dan pemantauan gejala.

Pemberian Pengobatan kepada seluruh korban yang mengalami gejala keracunan.

Pembentukan Crisis Center Respon Cepat dengan layanan Puskesmas 24 Jam untuk menerima laporan gejala baru dari masyarakat.

Pengiriman sampel makanan ke laboratorium di Semarang untuk dianalisis, sambil menunggu hasil resmi.

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa laporan insiden telah disampaikan ke Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah masih melakukan pendalaman penyebab, baik dari bahan baku, proses penyajian, maupun faktor lainnya.

“Kita harus melihat kasus ini secara hati-hati, tidak bisa langsung menyimpulkan. Dalam sistem MBG sebenarnya sudah ada petugas yang mengawasi dan pencegahan yang terintegrasi dalam mekanisme pengadaan. Namun, kejadian ini harus menjadi evaluasi menyeluruh,” Tegas Bupati Sigit Pamungkas. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *