Teken MoU dengan Habitat for Humanity, Pemkab Sragen Fokus Tangani Rumah Tidak Layak Huni

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Resmi Menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Dengan Habitat for Humanity Indonesia (HFHI), Sebuah Organisasi Sosial Internasional Yang Bergerak Di Bidang Pengentasan Kemiskinan Melalui Penyediaan Rumah Layak Huni, Sanitasi, Dan Program Pemberdayaan Masyarakat.

Penandatanganan MoU Dilakukan Oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Bersama Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, Bertempat Di Ruang Kerja Bupati, Kantor Terpadu Pemkab Sragen, Pada Jumat (22/8/2025). Hadir Menyaksikan Prosesi Tersebut Sekretaris Daerah (Sekda), Hargiyanto, Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I), Joko Suratno, Asisten Administrasi Umum (Asisten III), Muh. Yulianto, Serta Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terkait.

Kesepakatan Kerjasama Ini Menjadi Langkah Penting Dalam Mendukung Visi Dan Misi Bupati Sragen, Sigit Pamungkas Bersama Wakil Bupati ( Wabup), H. Suroto Untuk Mempercepat Upaya Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Sragen.

Bupati Sigit Pamungkas  Menegaskan Bahwa Pemkab Sragen Berkomitmen Akan Menurunkan Angka Kemiskinan Ekstrem Salah Satu Langkah Paling Efektif Adalah Melalui Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Pengentasan Kemiskinan Tidak Bisa Dilepaskan Dari Menyediakan Kebutuhan Dasar Masyarakat, Terutama Rumah Yang Sehat Dan Layak Huni. Dari Sana, Kesejahteraan Kita Bisa Tingkatkan Secara Berkelanjutan,” Jelas Bupati Sigit Pamungkas.

Selama Kepemimpinannya Bersama Wakil Bupati H. Suroto, Bupati Sigit Pamungkas  Menargetkan Ribuan RTLH Agar Statusnya Berubah Menjadi Layak Huni Dalam 4 Tahun Ke Depan.

“Kita Terus Berusaha, Kalau Bisa 3-4 Tahun Bisa Tuntas, Sehingga Seluruh Masyarakat Rumahnya Menjadi Layak Huni Dan Nyaman Untuk Aktivitas Keluarga Dan Individu Di Dalamnya,” Terangnya.

Sementara Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I Sekda), Joko Suratno Menjelaskan Melalui Kerja Sama Ini, Habitat for Humanity Indonesia (HFHI) Akan Berkolaborasi Dengan Pemkab Sragen Dan Berbagai Pemangku Kepentingan, Baik Di Daerah Maupun Tingkat Nasional.

HFHI Juga Akan Membantu Mencarikan Mitra Donor Dari Lembaga Maupun Sektor Swasta, Mengingat Mereka Telah Memiliki Pengalaman Panjang Sejak Tahun 1997 Dalam Pembangunan Rumah Layak Huni, Rehabilitasi, Dan Rekonstruksi Pascabencana Di Berbagai Daerah Di Indonesia, Seperti Yogyakarta, Gunungkidul, Tangerang, NTT, hingga Manado.

Kerja Sama Yang Dijalankan Di Sragen Akan Difokuskan Pada:

1. Pembangunan Rumah Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin,

2. Penyediaan Sanitasi Sehat,

3. Program Pemberdayaan Masyarakat,

4. Peningkatan Keterampilan Hidup Melalui Pelatihan Dan Pendampingan.

Joko Menyebut Target Awal Dari Program Ini Adalah 21 Desa Miskin Ekstrem Di Kabupaten Sragen. Dalam Jangka Waktu 3–4 Tahun Mendatang, Program Yang Diharapkan Ini Dapat Menjangkau Hingga 61 Desa, Sehingga Semakin Banyak Keluarga Yang Terbantu Untuk Keluar Dari Kemiskinan.

Selanjutnya Penandatanganan MoU Ini Lanjut Joko Juga Akan Ditindaklanjuti Dengan Kerja Sama Teknis Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Di Sragen, Seperti Dinas Perumahan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dan Dinas Terkait Lainnya Sesuai Dengan Fokus Program.

“Ini Adalah Awal Yang Baik. Dengan Sinergi Yang Kuat, Kami Optimis Pengentasan Kemiskinan Di Sragen Akan Lebih Cepat Dan Efektif,” Tutupnya.

Usai Menandatangani MoU, Rangkaian Kegiatan Dilanjutkan Dengan Peninjauan Rumah Warga Di Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Oleh Tim Habitat for Humanity Indonesia Sebagai Langkah Awal Implementasi Program Di Sragen. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *