Sragen-Insirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen secara Resmi Menarik Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education Al Islam Kemuhammadiyahan (KKN IPE-AIK) Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta dalam acara yang digelar Di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Sabtu (21/2/2026). Penarikan dilakukan langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan KKN yang telah berlangsung selama Tiga Minggu.
KKN IPE-AIK Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta dilaksanakan pada 2–21 Februari 2026 dengan mengusung Tema Sinergi Kesehatan Holistik, Teknologi Cerdas, dan Nilai Islam dalam Penguatan Masyarakat Sragen yang Berdaya dan Berkemajuan. Kegiatan ini diikuti oleh 326 Mahasiswa Dari Berbagai Program Studi, antara lain D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Informatika, S1 Gizi, Sarjana Terapan Anestesiologi, dan Sarjana Terapan Elektromedis.
Pelaksanaan KKN tersebar di Wilayah Kecamatan Sragen dan Kecamatan Karangmalang, meliputi sejumlah Kelurahan Dan Desa, antara lain Sragen Kulon, Sragen Tengah, Sragen Wetan, Nglorog, Karang Tengah, Tangkil, Kedungpit, Kroyo, Puro, Dan Plumbungan.
Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan Apresiasi Dan Terima Kasih Kepada Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta yang telah menjadikan Kabupaten Sragen sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Dirinya menilai kehadiran Mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek sosial, kesehatan, maupun penguatan sumber daya manusia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dijadikannya Sragen sebagai lokasi KKN. Kehadiran Mahasiswa memberikan banyak manfaat, mulai dari membantu masyarakat hingga memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya.
Bupati Sigit Pamungkas juga menegaskan Komitmen Pemkab Sragen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan Perguruan Tinggi. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Daerah Dan Mahasiswa Menjadi Bagian Penting dalam mendukung program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia turut menyoroti program kesehatan holistik yang diusung Mahasiswa KKN, yang dinilai selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat. Pemkab Sragen pada Tahun 2026 menargetkan percepatan penanganan rumah tidak layak huni, termasuk bagi penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Weni Hastuti, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang terjalin dengan Pemkab Sragen. Ia menilai kolaborasi antara Pemerintah Daerah Dan Perguruan Tinggi Merupakan Indikator Penting Bagi Kemajuan Suatu Daerah.
“Kami mengapresiasi Komitmen Pemkab Sragen dalam menjalin kolaborasi dengan Perguruan Tinggi. Program rumah sehat yang dijalankan Pemkab Sragen juga sejalan dengan Tema KKN kami yang berfokus pada kesehatan holistik,” ungkapnya.
Weni juga menyampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat Sragen yang telah menerima Mahasiswa dengan baik selama pelaksanaan KKN, serta berharap pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Mahasiswa.
Perwakilan mahasiswa KKN, Muhammad Rizal Naufa Dewangga, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Mahasiswa untuk belajar dan mengabdi di Kabupaten Sragen. Ia menyebut pengalaman selama KKN menjadi bagian penting dalam pengembangan diri Mahasiswa.
“Kami datang membawa semangat pengabdian dan pulang dengan pengalaman berharga. Semoga langkah kecil yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sragen,” ujarnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
