20 Warga Sragen Terima Bantuan RTLH, Wujud Sinergi TP PKK Dan Pemkab

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Sebanyak 20 Warga Kabupaten Sragen Menerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Sebagai Wujud Sinergitas Antara Tim Penggerak PKK Dan Pemerintah Kabupaten Sragen. Kegiatan Tersebut Digelar Di Gedung Sasana Budaya Sukowati, Kamis (16/4/2026).

Penyerahan Bantuan Tersebut Secara Simbolis Diserahkan Oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, Wakil Ketua TP PKK, Ny. Supami Suroto, Kepala Disperkimtaru, Aris Wahyudi, Kepala DKP3, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari , Dan Hadir Pula Oleh Ketua TP PKK Kecamatan Se Kabupaten Sragen.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sragen, Eka Rini Titi Mumpun Lestari, menyampaikan materi terkait penanaman sayur di pekarangan rumah sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Sementara itu, materi tentang Rumah Sehat disampaikan oleh Kabid Perumahan Disperkimtaru Sragen, Endah Ambarwati.

Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp10 Juta Untuk Perbaikan Rumah Agar Lebih Layak Huni Dan Sehat. Tak hanya itu mereka juga mendapatkan Bantuan 8 Bibit Tanaman Dari DKP3 Sragen Dan Paket Sembako Dari Baznas Sragen.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen, Aris Wahyudi, menjelaskan bahwa Program Rumah Sehat ini dilatarbelakangi masih Rendahnya Kemampuan Masyarakat dalam membangun perumahan yang layak, serta tingginya risiko penyakit akibat Rumah yang tidak sehat.

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga melalui perumahan yang bersih, layak, dan sehat secara sanitasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada Anggaran Tahun 2026 terdapat 20 Unit Rumah yang mendapatkan bantuan, tersebar di 20 Kecamatan Dan 20 Desa. Masing-masing menerima Rp10 Juta, dengan Rincian Rp1.250.000 Untuk Upah Tenaga Kerja Dan Rp8.750.000 Untuk Bahan Bangunan.

Adapun kriteria penerima bantuan diutamakan bagi keluarga dengan kepala keluarga perempuan atau janda, masuk dalam kategori Desil 1–5, berdomisili sesuai KTP, serta memiliki identitas diri. Selain itu, penerima juga diharapkan memiliki Swadaya untuk mendukung penyelesaian perbaikan rumah.

“Bantuan ini memang belum sepenuhnya mencukupi, sehingga diharapkan adanya gotong royong dan Swadaya Masyarakat agar kualitas Rumah benar-benar meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, menekankan pentingnya konsep rumah sehat dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, rumah sehat tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kenyamanan, pendidikan anak, hingga kesehatan mental anggota keluarga.

“Kalau di rumah nyaman, anak-anak akan betah belajar di rumah. Sebaliknya, jika tidak nyaman, mereka cenderung lebih sering berada di luar, yang bisa berdampak pada masa depan mereka,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kerapian rumah, serta memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman pangan seperti cabai, tomat, terong, dan pepaya guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Program ini juga didukung oleh Baznas yang memberikan bingkisan kepada para penerima manfaat, serta bantuan tanaman untuk pemanfaatan pekarangan rumah.

Salah satu penerima bantuan, Suminem, warga Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, sangat membantu memperbaiki rumah kami agar lebih layak dan nyaman,” tuturnya.

Melalui program ini, diharapkan kualitas perumahan meningkat masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Sragen. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *