SEMARANG (inspirasiline.com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Smart Integrated Gerakan Muda Agripreneur Pangan (Sigma Pangan) yang digagas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Akbar dan Malam Puncak Dies Natalis HMI ke-79 yang digelar di Gedung BPSDM Jawa Tengah. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Sigma Pangan sebagai respons atas krisis regenerasi petani di Indonesia.
Menurut Saleh, inisiatif yang dihadirkan HMI mencerminkan semangat baru generasi muda dalam menjawab tantangan di sektor ketahanan pangan.
“Gerakan semacam ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak solutif. DPRD Jawa Tengah membuka ruang kolaborasi dengan pemuda dalam setiap upaya pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Program Sigma Pangan diinisiasi oleh Badan Koordinasi (Badko) HMI se-Pulau Jawa. Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY, Wiradrana Wasistha, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mencetak agripreneur dari kalangan generasi muda, khususnya generasi Z.
Salah satu instrumen yang disiapkan adalah “Brigadir Pangan HMI”, yakni kader yang akan diterjunkan sebagai agro-task force untuk mendampingi petani melalui digitalisasi lahan serta sistem monitoring berbasis data.
“Kami ingin melahirkan Agripreneur Gen Z. Ada keresahan terkait minimnya pemanfaatan teknologi dalam manajemen pangan, dan itu yang coba kami jawab melalui Sigma Pangan,” kata Wiradrana.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menilai organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis sebagai energi tambahan dalam pembangunan. Sementara itu, Wakapolda Jawa Tengah, Latif Usman, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga stabilitas nasional melalui inovasi di berbagai sektor, termasuk pangan.
Silaturahmi akbar ini turut dihadiri pimpinan Badko HMI se-Jawa, di antaranya Yusfan Firdaus, Fachri Muhammad, serta Ketua Panitia Bayu Wahid Ali Unsa.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan Sigma Pangan mampu menjadi solusi konkret dalam memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong transformasi sektor pertanian berbasis teknologi di Indonesia. (*)
