Bupati Sigit Pamungkas Gantang Burung, Lomba Berkicau Lokal Terkendali Hari Jadi Ke-280 Sragen Resmi Dibuka

NEWS Uncategorized

Sragen-Inspirasiline.com.  Bupati Sragen Sigit Pamungkas Melakukan Gantangan Burung Sebagai Tanda Dibukanya Lomba Burung Berkicau Lokal Terkendali Dalam Rangkaian Hari Jadi Ke-280 Kabupaten Sragen Di Gantangan Putra Lawu, Belakang Kantor Koramil Sragen, Kamis (14/5/2026).

Lomba Yang Digelar Bekerja Sama Dengan Pelestari Burung Indonesia (PBI) Sragen Itu Diikuti Ratusan Peserta Dari Wilayah Solo Raya. Kegiatan Tersebut Menjadi Ajang Silaturahmi Para Pecinta Burung Sekaligus Kampanye Pelestarian Lingkungan Di an Burung Hasil Penangkaran.

Dalam Sambutannya, Bupati Sigit Pamungkas  Mengatakan Lomba Burung Berkicau Bukan Sekadar Kompetisi, Tetapi Juga Memiliki Makna Penting Bagi Pelestarian Lingkungan.

“Kalau Masih Ada Burung Dan Burungnya Berkicau, Itu Menandakan Alamnya Masih Bagus, Udaranya Masih Bersih, Dan Daerah Itu Layak Untuk Ditinggali,” Ujar Bupati Sigit Pamungkas.

Menurutnya, Keberadaan Burung Berkaitan Erat Dengan Kesehatan Lingkungan. Semakin Banyak Burung Yang Hidup Dan Berkicau Di Suatu Daerah, Maka Kualitas Lingkungan Di Wilayah Tersebut Masih Terjaga.

Ia Berharap Kegiatan Tersebut Mampu Memberi Semangat Kepada Para Pelestari Burung Di Kabupaten Sragen Untuk Terus Menjaga Kelestarian Burung Dan Lingkungan Secara Umum.

“Harapan Kita Lomba Ini Sekaligus Bisa Untuk Melestarikan Burung, Khususnya Agar Terus Tumbuh Dan Berkembang Di Kabupaten Sragen,” Katanya.

Bupati Juga Menyinggung Tema Hari Jadi Ke-280 Kabupaten Sragen, Yakni “Warisan Purba Inspirasi Kemajuan”. Tema Tersebut, Menurutnya, Menggambarkan Sragen Sebagai Wilayah Yang Memiliki Jejak Panjang Peradaban Manusia.

“Hari Ini Adalah Keberlanjutan Dari Masa Lalu Yang Kita Jadikan Inspirasi Untuk Kemajuan,” Ucapnya.

Selain Aspek Pelestarian, Ia Juga Menilai Lomba Burung Berkicau Memiliki Nilai Sosial Yang Tinggi Karena Mampu Mempererat Persaudaraan Antar Peserta Maupun Masyarakat.

“Yang Lebih Berharga Dari Perlombaan Ini Adalah Persaudaraan. Orang Yang Sebelumnya Tidak Saling Kenal Bisa Akrab Karena Kicauan Burung,” Katanya Disambut Tepuk Tangan Peserta.

Sementara Itu, Ketua Panitia Lomba Dicky Hermawan Mengatakan Panitia Menyediakan Sekitar 900 Tiket Komba Dengan Tingkat Keterisian Mencapai 75 Persen Sebelum Pelaksanaan Dimulai.

Ia Menjelaskan Lomba Mempertandingkan Berbagai Kelas Seperti Murai Batu, Cucak Hijau, Cendet, Kacer, Dan Kenari Yang Seluruhnya Merupakan Burung Hasil Penangkaran.

“Kami Tidak Melombakan Burung Hasil Tangkapan Alam. Semua Burung Yang Dilombakan Merupakan Hasil Ternak Karena PBI Fokus Pada Pelestarian Burung Indonesia,” Ujar Dicky.

Peserta Lomba Berasal Dari Berbagai Daerah Di Solo Raya. Perlombaan Berlangsung Mulai Pukul 10.00 WIB Hingga 16.00 WIB Dengan Penilaian Berdasarkan Irama Dan Keindahan Lagu Burung.

Dicky Berharap Kegiatan Tersebut Dapat Mendorong Ekonomi Masyarakat, Khususnya Peternak Burung, Sekaligus Mendukung Program Konservasi Pemerintah.

“Kami Ingin Komba Ini Ikut Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Dan Mendukung Konservasi Burung Melalui Penangkaran,” Pungkasnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *