Tegal-Inspirasiline.com. Bak memburu musuh yang tak terlihat, ketegangan menyelimuti pemukiman warga di Kota Tegal. Sejak Sabtu (6/6/2026), tim gabungan dari Polres Tegal Kota dan Dinas Kesehatan terjun langsung ke lapangan dalam operasi “sapu bersih” terhadap ancaman mematikan yang bersembunyi di balik dinding rumah warga: Tuberkulosis (TBC).
Operasi ini bukan sekadar kunjungan biasa. Menggunakan metode door to door, para Bhabinkamtibmas bersama tenaga kesehatan dan kader kelurahan bergerak intensif, memburu setiap jejak kontak erat pasien TBC yang selama ini mungkin luput dari deteksi.

Ancaman Nyata di Balik Pintu
Tuberkulosis bukanlah ancaman sepele. Indonesia saat ini terkunci di posisi kedua dunia dengan beban TBC tertinggi, tepat di bawah India. Penyakit yang mampu merenggut nyawa secara perlahan ini menjadi musuh nasional yang harus segera diputus mata rantainya.

Koordinator Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kota Tegal, Taryuli, S.Tr.Keb., Bdn., M.M., menegaskan bahwa aksi masif ini adalah perang berkelanjutan. “Diperlukan dukungan semua pihak untuk melakukan upaya masif dan berkelanjutan. Jika tidak, TBC akan terus mengintai di tengah keluarga kita,” tegasnya.
Bhabinkamtibmas: Ujung Tombak “Perburuan”
Keterlibatan Polri melalui Bhabinkamtibmas memberikan kekuatan baru dalam memperluas jangkauan deteksi. Tim Satgas Lapangan Tracing TBC yang mulai beroperasi sejak 4 Juni 2026 ini tidak membiarkan satu pun potensi penularan terlewat.

Kasat Binmas Polres Tegal Kota, AKP Rekso Pranoto, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat warganya terancam oleh penyakit menular ini.
“Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak. Kami turun langsung ke rumah-rumah untuk memastikan tidak ada lagi warga yang terinfeksi namun tidak terdeteksi. Kami sisir, kami temukan, dan kami bawa mereka untuk diobati,” ungkap AKP Rekso dengan nada tegas.
Hasil Mengejutkan
Dalam operasi lapangan yang berlangsung ketat, tim telah berhasil menjaring sejumlah warga yang diduga kuat mengidap TBC. Mereka yang terjaring langsung dievakuasi dan dirujuk ke Puskesmas serta Klinik Polres Tegal Kota untuk mendapatkan penanganan medis segera sebelum kondisi mereka memburuk.
Aparat kini memberikan peringatan keras kepada masyarakat: Jangan abaikan batuk yang tak kunjung sembuh. Tracing akan terus dilakukan, dan kewaspadaan harus ditingkatkan. Karena di Kota Tegal, pintu rumah warga kini bukan lagi sekadar pelindung, melainkan medan pertempuran untuk memutus rantai si pembunuh diam-diam ini. (Biet)
