TP PKK Sragen Dukung Pelestarian Sejarah Lewat Pameran Muhibah Budaya DIY

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sragen mengikuti pembukaan Pameran Kesejarahan dan Permuseuman bertajuk “Sejarah Kemerdekaan Kedaulatan” yang digelar di Gedung Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK), Selasa (7/7/2026). Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Muhibah Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Kabupaten Sragen.

Sejak memasuki area pameran, rombongan TP PKK Kabupaten Sragen tampak antusias mengamati koleksi benda bersejarah, manuskrip, dokumentasi perjuangan, hingga informasi mengenai museum-museum di Yogyakarta. Mereka juga mencermati berbagai materi yang mengisahkan hubungan historis antara Kabupaten Sragen dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam perjalanan sejarah bangsa.

Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, mengaku terkesan dengan pameran konsep yang dinilai mampu memperkaya wawasan sejarah sekaligus memperkuat ikatan budaya antara Sragen dan Yogyakarta.

“Jadi pamerannya luar biasa, keren sekali. Melalui pameran ini kita jadi semakin mengetahui bagaimana Sragen memiliki kedekatan sejarah dengan Yogyakarta. Kita punya akar yang sama, kita punya sejarah yang sama. Kebersamaan itu semoga ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat Yogyakarta maupun masyarakat Sragen,” ujarnya.

Menurut Linda, pameran tersebut tidak hanya menyuguhkan perjalanan sejarah perjuangan bangsa, namun juga memberikan inspirasi mengenai pengelolaan museum yang dilakukan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kita juga melihat bagaimana Yogyakarta mampu merawat museum-museumnya dengan sangat luar biasa. Ini menjadi pelajaran yang baik bagi kami dan mudah-mudahan bisa menjadi model yang dapat diterapkan di Sragen,” kata Linda.

Ia juga mengapresiasi seluruh rangkaian Muhibah Budaya DIY yang telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni tari, pameran budaya, pembelajaran manuskrip, hingga workshop dinilai memberikan pengalaman baru bagi masyarakat Sragen.

“Kami menyambut baik kegiatan Muhibah Budaya ini. Kami mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman, mulai dari tari-tarian, pakaian adat, Kebudayaan, hingga mempelajari manuskrip. Semoga ke depan ada lebih banyak kolaborasi antara Sragen dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” tuturnya.

Linda berharap hubungan sejarah yang telah terjalin sejak masa lampau dapat menjadi fondasi kerja sama yang semakin erat di berbagai bidang, khususnya pelestarian budaya dan pendidikan sejarah bagi generasi muda.

Pada kesempatan itu pula, Ia juga mengajak masyarakat Sragen memanfaatkan kesempatan langka untuk mengunjungi pameran yang berlangsung hingga 9 Juli 2026 di Gedung SIKK.

“Untuk masyarakat Kabupaten Sragen, ayo datang ke SIKK. Pamerannya luar biasa. Di sini kita bisa melihat bagaimana sejarah Yogyakarta, termasuk sambil mempertahankan eksistensi Indonesia di masa perjuangan. Ada berbagai koleksi budaya seperti keris, bokor, wayang, hingga informasi tentang museum-museum di Yogyakarta,” ajaknya.

Selain pameran, Linda mengajak masyarakat mengikuti berbagai agenda Muhibah Budaya lainnya seperti workshop membatik, pembelajaran manuskrip, pertunjukan seni, hingga malam puncak yang akan digelar pada 9 Juli 2026.

“Jangan melewatkan kesempatan yang luar biasa ini. Teman-teman dari Yogyakarta hadir langsung di Sragen membawa berbagai kekayaan budaya. Insyaallah pada malam puncak nanti juga akan hadir Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan berbagai pertunjukan seni dari Keraton Yogyakarta. Ini menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat Sragen untuk belajar sekaligus menikmati kekayaan budaya Nusantara,” tutupnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *