Perhutani KPH Telawa adakan Sosialisasi Lingkungan dan K3L

NEWS

Boyolali-Inspirasiline.com. Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan serta Environmental and Social Risk Assessment kembali digelar oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Telawa di ruang rapat kantor Kesatuan Pemangkuan Hutan Telawa, pada Jumat (10/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perhutani dalam memastikan seluruh aktivitas pengelolaan hutan berjalan aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan standar pengelolaan hutan lestari.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh jajaran Kepala Urusan Teknik dan Tata Usaha, Mandor Kemitraan lingkungan segenap Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan serta perwakilan Lembaga Masyarakat Hutan yang diwakili Pujiono dari Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur Desa Wonoharjo. Materi yang disampaikan berfokus pada penggunaan pestisida secara aman, pemakaian alat pelindung diri, serta mitigasi risiko lingkungan dan social.

Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, dalam arahannya menegaskan bahwa sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan serta Environmental and Social Risk Assessment merupakan bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang aman, lestari dan bertanggung jawab secara social. Selain menjaga keselamatan pekerja sekaligus kelestarian ekosistem hutan. Ia menyampaikan bahwa seluruh petugas dan mitra kerja Perhutani wajib memahami klasifikasi pestisida, khususnya bahan aktif, serta disiplin dalam menerapkan prosedur kerja yang aman.

“Setiap kegiatan pengelolaan hutan wajib memahami K3L (keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan, sehingga bias meminimalisir potensi kecelakaan kerja di lapangan.” ucapTitus.

Dalam kesempatan ini Kepala Sub Seksi, Paskalis memaparkan materi Penerapan K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja serta ESRA (Environmental dan Social Risk Assessment), Ia menekankan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya dituntut produktif, tetapi juga harus aman bagi manusia dan lingkungan, sehingga kepatuhan terhadap K3L dan ESRA menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Sosialisasi ini penting agar petugas lapangan dan masyarakat mengetahui jenis-jenis B3 yang boleh maupun dilarang digunakan. Bahan kimia bermanfaat bila digunakan sesuai aturan, tetapi berbahaya jika salah dalam penggunaannya penanganan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan penggarap hutan yang diwakili Ketua Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur Pujiono sekalu penggarap hutan di kawasan hutan BKPH Karangwinong menyambut baik dan antusias mengikuti kegiatan sosialisasi yang diadakan Perhutani ini dan memahami pengelolaan produktif dan lestari.

“Kegiatan Sosialisasi yang diadakan Perhutani ini, kami selaku petani hutan bisa mengenal dan memahani penggunaan bahan kimia pertanian yang aman. Halini mencegah dampak negative terhadap ekosistem hutan dan melindungi kesehatan para penggarap di kawasan hutan.” Ucap Pujiono.

Melalui sosialisasi (K3L) Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan serta Environmental and Social Risk Assessment ini, Perhutani KPH Telawa dapat membangun budaya kerja yang lebih aman, sadar risiko dan ramah lingkungan di seluruh wilayah hutan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar penerapan K3L dan ESRA berjalan optimal serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan hutan yang lestari. (jk/W3P)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *