BOYOLALI (inspirasiline.com) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama pesanggem di Petak 82c Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangwinong, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (23/07/2026).
Kegiatan komunikasi sosial tersebut dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan kemitraan antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan sekaligus menjadi sarana diskusi mengenai rencana pelaksanaan tanaman tahun 2026. Diikuti para pesanggem petak tersebut, Perhutani menyampaikan rencana kegiatan rencana persiapan dan pelaksanaan di petak 82 c seluas 16,2 Ha dengan jenis tanaman Jati Plus Perhutani.


Petak 82c RPH Karengan merupakan salah satu kawasan yang dikelola bersama masyarakat melalui skema kemitraan kehutanan Perhutani Produktif (KKPP) dengan melibatkan pesanggem sebagai mitra dalam pemanfaatan lahan hutan. Melalui pola kemitraan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan agroforestri, tetapi juga memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan tanaman dan kelestarian kawasan hutan negara.
Administratur KPH Telawa melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangwinong, Siswanto, menyampaikan bahwa kegiatan komsos dengan para penggarap lahan di petak lokasi tanaman bertujuan memberikan bimbingan dan pemahaman mengenai hak dan kewajiban mereka. Ia menegaskan bahwa para penggarap lahan di kawasan hutan berkewajiban turut menjaga dan merawat tanaman kehutanan yang berada di lahan garapannya.
“Melalui kegiatan ini, Perhutani ingin memperkuat hubungan kemitraan yang telah terjalin baik dengan para pesanggem dan Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur desa Wonoharjo. Dengan dibukanya lahan yang telah dikerjasamakan melalui kemitraan Perhutani bersama elemen masyarakat yang ditampung dalam Koperasi Produsen ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan,” ujar Siswanto.
Dalam kesempatan tersebut, KRPH Karengan Eko Setyono juga mengajak seluruh anggota Koperasi Produsen dan pesanggem untuk terus menjaga kondusivitas kawasan hutan, mencegah terjadinya perambahan maupun kebakaran hutan dan lahan, serta mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku dalam pemanfaatan lahan kawasan hutan negara.
Sementara itu, salah seorang pengarap lahan dipetak tersebut, Mbah Budi, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan kesempatan untuk menggarap lahan sebagai salah satu sumber mata pencaharian bagi keluarganya.
“Kami siap mematuhi aturan yang berlaku serta menjaga dan merawat tanaman kehutanan Perhutani di petak 82c ini agar hutan tetap terjaga baik serta masyarakat juga merasakan penghasilan dengan tanaman palawija Jagungnya ,” disampaikan Mbah Budi.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Perhutani berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat sekitar hutan semakin kuat sehingga upaya pelestarian hutan dapat berjalan secara optimal. Sinergi antara Perhutani dan pesanggem diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan. (jk/TLW/W3P)
