TEGAL (inspirasiline.com) Komunitas Relawan Resik-Resik Masjid (RRM) Indonesia kembali menggelar aksi sosial membersihkan rumah ibadah. Kali ini, RRM melaksanakan kegiatan bertajuk RRM Akbar ke-7 di Kota Tegal dengan membersihkan sebanyak 10 masjid di wilayah setempat.
Ketua RRM Indonesia, Edris Yulianto, menjelaskan bahwa gerakan ini berawal dari kerinduan “teman-teman hijrah” untuk melakukan amal saleh yang tidak membutuhkan biaya besar namun memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat.


”Salah satunya adalah resik-resik masjid, mengeluarkan kotoran dari dalam masjid ke luar,” ujar Edris Yulianto didampingi Kunharjati RRM Kota Tegal saat diwawancarai Minggu 2 Agustus 2026.
Ia menambahkan, pelaksanaan RRM Akbar ke-7 di Kota Tegal ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat Tegal dan sekitarnya agar dapat menginspirasi dan mengaplikasikan kegiatan serupa. Dengan adanya aksi di 10 masjid di Kota Tegal ini, diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan rumah ibadah secara berkelanjutan. Aksi ini juga mengusung tagline “Resik Masjidé, Mulyo Urusané, Alhamdulillah.”
Didanai Secara Mandiri oleh Relawan dan Donatur
Dalam menjalankan misi sosialnya, RRM mengandalkan pendanaan gotong royong yang berasal dari para relawan serta dukungan sponsor. Para relawan RRM secara rutin meluangkan waktu di sela-sela kesibukan kerja—biasanya satu hari dalam sepekan atau beberapa hari kerja untuk mewakafkan tenaga mereka dalam membersihkan masjid-masjid di berbagai kota, seperti Semarang, Jepara, Kudus, hingga luar kota lainnya.

”Untuk anggaran dana, yang jelas kita berawal dari relawan. Relawan RRM ini tidak hanya tahunan, bahkan tiap ahad dan tiap Jumat kita turun membersihkan kota-kota yang sudah terjadwal,” jelas Edris, yang kesehariannya juga merupakan seorang pengusaha produsen tahu di Semarang sekaligus alumni sejumlah pondok pesantren seperti Futhuhiyyah dan Al-As’ariyyah Wonosobo.
Melalui kegiatan ini, RRM berharap nilai-nilai kepedulian antarsesama dan semangat gotong royong umat Muslim dalam merawat rumah Allah dapat terus tumbuh luas di tengah masyarakat, khususnya di Kota Tegal dan sekitarnya.

Selain acara pokok resik-resik masjid, ada jalan santai diikuti sekitar 700 peserta komunitas RRM se jateng diepas wakil walikota Tehal Tazqiyatul Mutmainah selain jalan santai juga donor darah dan berbagai lomba.
Menurut salah seorang pserta dari Kudus dia merasa senang bisa berpartisipasi membersihkan masjid dan kegiatan ini biasanya dilakukan sepekan sekali pada hari Ahad (Minggu) pagi.
Kegiatan rutin ini dilakukan berkeliling dari satu masjid ke masjid lain hingga tuntas mulai dari bagian depan, belakang, hingga area toilet.

Sudah bergabung dengan RRM sejak lama (sekitar sejak ulang tahun pertama RRM di Kudus) dan pernah ikut kegiatan bersih-bersih masjid di berbagai daerah seperti Jepara, Wonosobo, hingga Demak dengan kehadiran rata-rata 40–50 orang per aksi.
RRM juga terbuka menerima donasi berupa alat kebersihan (seperti vacuum cleaner, pembersih karpet, cairan disinfektan, dll.) bagi masyarakat yang ingin menyumbang.
Bergabung dengan RRM karena awalnya melihat kegiatan bersih-bersih masjid di tempat tinggalnya sendiri, lalu merasa tertarik untuk ikut serta karena dinilai sebagai kegiatan yang sangat mulia.
Kepuasan tersendiri dirasakan ketika melihat masjid menjadi bersih dan wangi, sehingga para jemaah yang datang beribadah, salat, mengaji, atau berzikir menjadi lebih tenang, nyaman, dan bertambah semangat beriktikaf.
Bergabung atas inisiatif pribadi sejak sekitar 7 tahun lalu setelah melihat langsung hasil nyata kerja RRM yang membuat masjid menjadi bersih. (Biet)
