TEGAL (inspirasiline.com) Jajaran Polres Tegal melalui Polsek Jatinegara menggandeng unsur TNI dan Perhutani untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah preventif tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditujukan kepada warga penggarap hutan sosial di kawasan Perhutanan Sosial Petak 95/96D, RPH Jatinegara, Dukuh Tipar, Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatinegara IPTU Marsono serta dihadiri oleh Danramil Jatinegara Letda Sartimin Eko P, Mantri RPH Jatinegara Suheri, personel Polsek Jatinegara, tokoh masyarakat, dan diikuti oleh sekitar 15 warga penggarap hutan sosial.


Dalam arahannya, Kapolsek Jatinegara mengingatkan para warga agar menghindari tindakan membakar sampah, sisa tanaman, ataupun membuka lahan dengan cara membakar, khususnya selama musim kemarau berlangsung. Selain memicu risiko karhutla yang membahayakan, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai solusi alternatif, warga diajak untuk mengolah limbah pertanian menjadi kompos yang lebih ramah lingkungan, serta diminta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau instansi terkait jika menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa edukasi dan langkah preventif kepada masyarakat merupakan kunci utama untuk meminimalkan potensi karhutla.

”Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta bersama-sama menjaga kelestarian hutan sebagai aset yang sangat penting bagi kehidupan. Apabila menemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Polres Tegal bersama TNI dan Perhutani berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta kawasan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan. (Biet)
