Penulis: Yon Daryono
REMBANG | inspirasiline.com
PT Semen Gresik (SG) Pabrik Rembang melalui SG Mandiri, tahun ini kembali akan menggelontorkan dana CSR sebesar Rp 1,5 miliar, untuk menopang program Forum Masyarakat Madani (FMM) di desa-desa ring I pabrik semen.
Rinciannya, 4 desa di Kabupaten Rembang (Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu; Desa Kajar, Timbrangan Tegaldowo, Kecamatan Gunem; dan Desa Ngampel, Kabupaten Blora). Khusus Desa Tegaldowo akan menerima Rp 500 juta, sedangkan 4 desa lain, masing-masing Rp 250 juta.
Anggaran sebesar itu akan diwujudkan dalam bentuk percepatan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat dan padat karya.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Pabrik Rembang Dharma Sunyata menjelaskan, setelah bermusyawarah dengan pemerintah desa, kemudian disepakati pemakaian dana untuk apa saja.
“Dalam pengalokasian bantuan dana ke desa sekitar perusahaan, SG menentukan persentase alokasi anggaran yang dibagi pada tiga sektor, yaitu 70 persen untuk pembangunan infrastruktur, 20 persen untuk pemberdayaan masyarakat, dan 10 persen untuk sosial budaya,” kata Dharma Sunyata.
Kepala Desa Tegaldowo Kundari sependapat, program harus disiapkan dengan matang, melalui rincian anggaran yang jelas. Dia mencontohkan, pembangunan infrastruktur jalan cor beton dan pemberdayaan kelompok tani sebagai program unggulan di desanya.
“Sebelum mengajukan program, kami telah melakukan musyawarah desa terlebih dulu. Seperti program pembangunan infrastruktur, mana yang prioritas ditangani. Jalan cor yang kemarin RW 05, nanti diteruskan nyambung ke RW 06. Bikin tol desa, Mas. Untuk penerangan jalan ada 25 titik,” kata Kundari, Selasa (23/2/2021).
Program yang sudah berjalan sejak tahun lalu ini, dari sisi perencanaan didampingi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sedangkan pengawasan melibatkan Inspektorat Kabupaten Rembang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Rembang Sulistiyono menyampaikan terima kasih atas kepedulian Semen Gresik di tengah situasi pandemi seperti sekarang, masih memberikan perhatian kepada desa-desa di sekitar pabrik.
“Semoga upaya ini mendorong kesejahteraan dan perekonomian di desa,“ tandasnya.***

Atualmente, o software de controle remoto é usado principalmente na área de escritório, com funções básicas como transferência remota de arquivos e modificação de documentos.