Oleh: M Baharudin
FEBRUARI 2020 lalu seolah menjadi akhir cerita kebersamaan di sekolah. Dunia seakan dibalik oleh Allah, semudah membalikkan telapak tangan. Suasana berubah sangatlah drastis. Tak dapat lagi melihat senyum dan tawa para siswa. Gelayut manja mereka yang setiap hari menemani alunan langkah di sekolah tak ada lagi. Hari-hari pengabdian di dunia pendidikan di sekolah menjadi sunyi.
Keadaan saat ini mungkin salah satu ijabah doa dari sebagian makhluk Allah. Candaan yang sering kita temukan di media sosial tentang adanya suatu bulan yang isinya tanggal merah semua. Akhirnya hal itu menjadi kenyataan.
Dengan merebaknya Corona Virus Disease (Covid-19), akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terpaksa membuat kebijakan untuk meliburkan sementara semua kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.
Awal tahun 2020 menjadi tahun galau massal. Galau bagi para guru, siswa, wali murid, pengusaha, dan seluruh aspek kehidupan manusia. Bahkan sepasang insan yang ingin mengesahkan hubungannya dalam mahligai pernikahan pun ikut terkena dampak dari pandemi ini.
Para guru mengalami dilema yang luar biasa. Tuntutan tanggungjawab sebagai seorang pendidik yang harus tetap menjalankan pembelajaran menggugah ide dan gagasan baru. Pembelajaran dari rumah.
Ya, dengan cara inilah semua aktivitas belajar-mengajar dijalankan. Ada pengalihan yang semula belajar secara tatap muka langsung (offline) dialihkan dengan secara jarak jauh (online). Siswa-siswi diimbau untuk belajar di rumah dengan tujuan demi menjaga kesehatan. Para guru mengubah cara mengajarnya dari luring menjadi daring. Guru memaksakan dirinya untuk menguasai IT dalam waktu yang singkat, agar pembelajaran daring bisa berjalan dengan baik.
Satu dampak positif bagi guru bahwa Corona memaksa guru untuk meningkatkan kompetensi penguasaan IT.
Guru juga dituntut untuk membuat rancangan pembelajaran yang cocok. Di masa pandemi ini, pembelajaran tatap muka (PTM) tentunya tidak akan dapat berlangsung. Berarti pembelajaran harus dilakukan secara daring.
Dengan demikian juga harus dirumuskan RPP yang sesuai dengan situasi baru. Penjabaran materi dititikberatkan pada materi esensial yang bersifat praktik, bukan hanya teori belaka.
Kurikulum Darurat
Rancangan RPP kurikulum darurat tentunya akan memuat materi dan metode, serta model pembelajaran yang cocok dengan situasi ini.
Tidak mudah memang, apalagi mendesain materi ajar yang dilakukan secara daring. Namun sebagai guru harus mampu membuat rancangan pembelajaran yang cocok, dan jika belum mampu, tentu harus belajar.
Ada banyak sekali kegiatan webinar, tutorial, dan pelatihan yang berkaitan dengan pembelajaran daring yang digelar secara daring. Para guru bisa mengikuti semua kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensinya dalam merancang pembelajaran yang cocok dan menarik di masa pandemi ini. Salah satu contohnya adalah Pelatihan Jarak Jauh dengan tema Membuat Video Pembelajaran Animasi dengan Powerpoint. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, diharapkan guru mampu membuat media pembelajaran yang menarik serta inovatif bagi para peserta didik yang ada di rumah.
Banyak guru yang kemudian menjadi artis dadakan. Setiap hari sibuk syuting serta bergaya di layar kamera. Meskipun hanya artis di pangung mini, panggung media sosial yang kini menjamur. Yang awalnya malu-malu jika menatap layar kamera, kini dengan lugas menatap benda kecil di sisi gawai dengan imajinasi menatap setiap wajah peserta didiknya. Menyapa dengan ramah serta berusaha membangkitkan semangat mereka untuk terus belajar dan belajar, meski tanpa tatap muka secara langsung.
Video yang sudah digarap, kemudian diedit lagi dan dibenahi dari berbagai sisi agar hasilnya dapat terakumulasi dengan baik dan tepat guna.
Panggung mini ini akan tetap terkenang. Menghiasi warna-warni dunia pendidikan, menjadi saksi gerak dan kreasi guru. Bertanggungjawab di hadapan Allah bahwa kami adalah guru yang berbudi. Tetap berkarya dan mengabdi di tengah maraknya pandemi Covid-19, demi berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar (KBM) bagi peserta didik.
New Normal
Satu tahun sudah Covid-19 mengubah kebiasaan di dunia pendidikan. Pembelajaran era new normal dirancang dengan menerapkan kurikulum darurat. Kenapa darurat? Hal ini disebabkan karena sebagian wilayah Indonesia sampai saat ini masih zona merah. Mau tak mau perlu disiapkan kurikulum yang sesuai dengan keadaan demikian. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud SE 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) serta Surat Edaran Mendikbud SE 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada SatuanPendidikan.
Mengapa video pembelajaran banyak dipilih untuk menghadapi pembelajaran di era new normal? Pertama, video pembelajaran bisa mewakili guru menerangkan materi. Materi diuraikan dan dijelaskan dalam video yang diisi oleh suara guru yang asli. Kedua, tampilannya menjadi lebih menarik, apalagi jika dilengkapi dengan animasi, sehingga peserta didik tidak merasa bosan. Ketiga, seandainya tatap muka tidak berjalan, dan hanya bisa dilakukan melalui daring, video pembelajaran ini paling cocok untuk menjadi media dalam pembelajaran.
Bagaimana jika kita tidak bisa membuat video pembelajaran sendiri? Saat ini kita bisa dengan mudah menemukan berbagai video pembelajaran di Youtube. Video itu bisa kita download, mulai dari video pembelajaran sederhana sampai dengan video yang tampilannya sangat memukau dan menarik.
Ternyata keadaan pandemi seperti sekarang memberikan banyak hikmah. Belajar menjadi guru yang lebih menguasai IT untuk membuat rancangan pembelajaran adalah salah satu hal yang wajib dilakukan. Biarpun umur sudah mendekati kepala lima harus tetap semangat. Bermula dengan tertatih-tatih, lama-lama menjadi asyik dan menyenangkan.
Menghadapi era new normal, praktisi pendidikan harus siap untuk pembelajaran daring yang berkelanjutan. Keberlangsungan dunia pendidikan tidak bisa dihalangi oleh situasi apapun, termasuk adanya pandemi Covid-19.
Berani mengajar di era new normal? Tentu saja! Kita, para guru harus siap untuk terus belajar dan berusaha guna mempersiapkan pembelajaran yang cocok.
Mudah-mudahan pandemi ini cepat berlalu, keadaan bisa kembali normal seperti sediakala. Aamiin.***

viagra voltaren de 50 mg para que sirve While the Kremlin played down any bilateral friction, Obama administration officials and top lawmakers suggested it would not be business as usual now that Russia has given Snowden a year s asylum and allowed him to leave Moscow s airport after more than five weeks in limbo buy priligy 30mg