Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com
DINAS Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengajak pengelola atau admin media sosial (medsos) untuk bisa selektif dalam menerima dan menyampaikan informasi, serta bersinergi untuk menangkal isu-isu atau hoaks yang saat ini marak. Tak hanya di Kabupaten Sukoharjo, melainkan juga di lingkup nasional.

“Saat ini, di Kabupaten Sukoharjo tercatat ada sekitar 25 pengelola medsos yang sudah resmi terdaftar, dan tidak menutup kemungkinan masih banyak yang belum terdaftar di Dinas Kominfo,” ungkap Kepala Bidang Sistem Informasi Dinas Kominfo Ade Kristiawan kepada wartawan usai gelaran silaturahim dengan pengelola medsos di RM Serba Sambel, Joho, Rabu (7/4/2021).
Menurutnya, pertemuan ini merupakan tahap awal silaturahim pihaknya dengan pengelola medsos.

“Ke depan, para pengelola medsos ini akan kami ikutkan dalam lomba di tingkat Jawa Tengah pada forum komunikasi media tradisional, yaitu pencapaian informasi daerah melalui media tradisional, dengan berbagai macam cara, seperti wayang, ketoprak, maupun gamelan sesuai ciri khas masing-masing di daerahnya. Kalau medsos Sukoharjo, tentunya bisa menampilkan ciri khas Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.
Ade menjelaskan, peserta lomba tersebut bisa mengunggah video karyanya sampai Juli, dengan mengambil tema “Jogo Tonggo“. Peserta berasal dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Mengenai pengelolaan medsos di Sukoharjo, menurut Ade, selama ini sudah sesuai yang diharapkan. Terbukti, pengelolaan medsos di kabupaten ini sudah mendapat penilaian di tingkat Jawa Tengah, dengan poin 90.
Andi Sadewa, salah satu pengelola medsos menyampaikan harapannya, agar pengelola medsos dan Kominfo bisa saling bersinergi. Sebab, menurutnya, mereka memang saling membutuhkan.
“Media yang paling menarik, yang merupakan ujung tombak suatu gerakan adalah melalui medsos. Informasi yang kami sampaikan masih bersifat untuk umum atau publik,” ujarnya.***
