Penulis: Yokanan
BLORA | inspirasiline.com
DINAS Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora menyebut sebanyak 179 pelajar putus sekolah selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Alasannya beragam. Ada yang bekerja, menikah, meninggal dunia, dan ikut-ikutan anak punk.
“Sudah kami laporkan ke Pak Bupati dan Pak Bupati minta pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tetap berjalan. Biar dampaknya tidak meluas lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Hendi Purnomo di ruang kerjanya, Senin (24/5/2021).
Hendi merinci, dari 179 pelajar putus sekolah tersebut, yang beralasan menikah ada 42 anak, bekerja 85 anak, ikut-ikutan anak punk sebanyak 15 anak, dan dan alasan lainnya (meninggal, sakit) mencapai 37 anak.
“Para siswa ini berasal dari semua jenjang, mulai SD sampai SMK,” ungkap Hendi Purnomo.***

fantastic points altogether, you just gained a brand new reader. What would you suggest about your post that you made some days ago? Any positive?