Kailash Satyarthi

Kailash Satyarthi: Demokrasi Kehilangan Makna Jika Hak Warga Hanya Berhenti di Atas Kertas

JAKARTA (inspirasiline.com) — Peraih Nobel Perdamaian 2014 asal India, Kailash Satyarthi, mengingatkan bahwa demokrasi tidak cukup hanya diukur dari keberlangsungan pemilu, keberadaan parlemen, konstitusi, maupun lembaga peradilan. Menurut Satyarthi, demokrasi baru memiliki makna ketika setiap warga negara mampu menggunakan haknya untuk menuntut perlindungan dan pertanggungjawaban dari pemerintah. “Hak tidak boleh berhenti sebagai tulisan di atas […]

Bagikan ke:
Continue Reading