Didukung “Tetuko,” Gunung Kotak Bersolek Menjadi Destinasi Wisata Elok

INSPIRASIANA
Penulis: Widodo TS          
Editor: Dwi NR

Bermodal keelokan Gunung Kotak, Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri terus bersolek untuk menjadikan desa ini destinasi wisata menarik yang kesohor hingga ke seantero negeri.

DESA Kepuhsari di wilayah Kecamatan Manyaran, sekitar 32 kilometer arah barat daya Kota Wonogiri, berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Desa seluas 1.556.3445 hektare, berpenduduk kurang lebih 6.080 jiwa ini terdiri atas 11 dusun, yang sebagian berada di lereng Pegunungan Seribu. Dusun-dusun itu antara lain Dusun Sendang, Tlogo, Kajuman, Lemahmendak, Gununggede, dan Dusun Ngluwur.

Desa ini memang memunyai potensi wisata untuk dijual. Bentuk paket wisata yang layak dijual adalah pelajaran tatah sungging wayang, gamelan, lukis kaca, kuliner, dan wisata alam.

Mengenai wisata alam, potensi Desa Kepuhsari berupa alam perbukitan yang elok dipandang mata. Terletak di lereng utara Pegunungan Seribu.

Di antara keindahan alam itu, yang paling menarik adalah lokasi wisata Gunung Kotak, yang terletak di wilayah Dusun Ngluwur, sekitar 7 km arah selatan Balai Desa Kepuhsari.

Terkendala Dana
Sayang sekali, Objek Wisata Gunung Kotak belum dikelola dengan baik. Padahal, sebenarnya, Desa Kepuhsari sudah memiliki BUMDes yang mengelola objek-objek wisata yang ada. “Mungkin karena terkendala dana,” kata Retno Lawiyani, koordinator Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tetuko, Desa Kepuhsari.

KOORDINATOR Pokdarwis Tetuko Retno Lawiyani.

Retno Lawiyani mengungkapkan, Pokdarwis Tetuko yang dibentuk sejak 2014 sudah berupaya mempromosikan objek wisata alam di kawasan atas. “Namun karena terkendala kurangnya dana untuk pengadaan sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan pengunjung, sehingga minat pengunjung masih kurang,” ujarnya. “Saat ini akses jalan dari Balai Desa Kepuhsari ke lokasi sudah bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat,” imbuhnya.

Selaku Koordinator Pokdarwis Tetuko, Retno Lawiyani akan tetap berusaha keras “menjual” potensi yang ada di desanya. Seperti semangat Tetuko, yang bermakna Gatutkaca muda.

“Bila sudah menjadi tua nanti, Tetuko bertekat melambungkan nama Desa Kepuhsari melalui objek wisatanya hingga dikenal di seantero negeri tercinta ini,” tegas Retno Lawiyani.

Ya, bermodal keelokan Gunung Kotak, yang berlokasi seolah “menyentuh” langit, semoga tekat Retno Lawiyani bersama Tetuko-nya untuk menjadikan Desa Kepuhsari sebagai destinasi bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, bisa terwujud.***

Bagikan ke:
baca juga:  WCD Temanggung, Oknum Pengusaha Ternak Ayam Cemari Sungai Mlereng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *