Pemkab Sragen Gelar Pasar Murah “Drive Thru” di Desa Karanganyar

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen menggelar Pasar Murah 2020 di 20 kecamatan, mulai Senin (23/11/2020) hingga Jumat (4/12/2020).

Hari ini, Kamis (3/12/2020), Pasar Murah digelar di Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh.

Camat Plupuh Sumarno menjelaskan, Pasar Murah kali ini yang ke-9 dan melayani masyarakat di Kecamatan Plupuh dan Kecamatan Masaran.

CAMAT Plupuh Sumarno bersama petugas Disperindag Sragen.

Karena masih dalam kondisi pandemi, Sumarno mengungkapkan, Pasar Murah digelar dengan sistem drive thru (pembeli tanpa turun dari kendaraan) dan menerapkan protokol kesehatan ketat, sebagai upaya pencegahan potensi penularan Covid-19.

“Pada hari pertama, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno didampingi Kepala Disperindag Sragen Tedi Rosanto menyaksikan langsung pelaksanaan Pasar Murah untuk Kecamatan Tanon dan Mondokan, yang digelar di satu titik lokasi, yakni Desa Trombol, Kecamatan Mondokan. Kali ini yang hadir hanya Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan, saya dampingi dengan Kepala Desa (Kades) Karanganyar Sugiyanti,” tuturnya.

Menurut Sumarno, kegiatan Pasar Murah yang digelar di era pandemi Covid-19 ini bisa menjadi salah satu jaring pengaman ekonomi Covid-19.

“Di sini bukti bahwa Pemkab Sragen hadir membantu masyarakat, salah satunya dengan menggelar Pasar Murah ini,” kata Sumarno.

PAKET sembako yang dijual di Pasar Murah di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh.

Tahun ini jumlah sembako dalam Pasar Murah secara keseluruhan ada 400 paket, di mana masing-masing kecamatan mendapat 200 paket.

“Jadi, pagi ini Kecamatan Plupuh mendapat 200 paket dan Kecamatan Masaran 200 paket,” terangnya.

Rp 10.000/Paket
Sumarno menerangkan, satu paket sembako senilai Rp 100.000, tapi dalam pasar murah itu hanya dijual Rp 10.000 per paket, yang dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Pemilihan warga kurang mampu yang berhak menerima dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), kemudian diberikan kupon sebagai syarat penukaran sembako dengan uang Rp 10.000,” ujarnya.

Paket sembako berisi beras 2 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng 2 liter, dan susu kental manis 1 kaleng.

Terkait pengambilan sembako dengan sistem drive thru, menurutnya, sebagai bentuk pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

“Kita contohkan dengan cara mengambil sembako secara drive thru, agar tidak ada kerumunan dan tetap menjaga jarak. Karena di tengah pandemi ini, sangat dibutuhkan edukasi kepada masyarakat,” papar Camat Plupuh Sumarno didampingi Petugas Diperindag Sragen dan Kades Karanganyar Sugiyanti.***

 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *