Polres Sukoharjo Terjunkan 1.030 Personel Pengamanan Pilkada

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

KAPOLRES dan Dandim 0726 Sukoharjo Gelar Pasukan Pergeseran ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) terkait pengamanan Pilkada, khususnya pemungutan dan penghitungan suara, di Alun-alun Satya Negara, Senin (7/12/2020).

Polres menerjunkan 1.030 personel gabungan Polri dan TNI. Selain itu, ada juga personel BKO dari Polda Jateng, serta Brigade Mobil (Brimob) dan standby.

“Setelah kegiatan ini, personel mulai bergeser ke TPS untuk melakukan pengamanan proses pemungutan suara, 9 Desember nanti,” kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

KAPOLRES Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Kapolres menjelaskan, 1.030 personel gabungan tersebut terdiri atas 200 personel Kodim dan 830 personel Polres. Sedangkan personel BKO Polda Jateng dan Brimob standby dan siap bergerak sewaktu-waktu jika terjadi gangguan keamanan. Selain personel Polri dan TNI, pengamanan TPS juga dibantu personel Linmas.

Kapolres menerangkan, setiap dua personel Polri bertugas melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap tujuh hingga 10 TPS. Untuk itu, personel tersebut akan selalu bergerak di TPS yang menjadi tanggung jawabnya.

Disinggung tentang wilayah rawan, Kapolres mengaku semua wilayah diperlakukan sama dan diharapkan semuanya aman selama pemungutan dan juga penghitungan suara.

“Dalam pengamanan ini kami juga memperhatikan protokol kesehatan terkait Corona, karena saat ini kasus positif Corona di Sukoharjo terus naik,” ujarnya.

Disiplin Prokes
Kapolres berharap, petugas maupun masyarakat disiplin dalam nenerapkan protokol kesehatan (prokes), sehingga ajang Pilkada tidak muncul klaster penularan baru.

Kapolres mengungkapkan, petugas pengamanan sudah mengikuti rapid test dan saat menjalankan tugas juga dibekali dengan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan hand sanitizer.

“Polres juga sudah membentuk tim khusus, Tim Reaksi Cepat. Kalau ada yang mencoba-coba mengganggu, menghalangi pelaksanaan Pilkada, khususnya pemungutan suara, Polri dan TNI akan bertindak tegas dan terukur,” tandasnya.

Bambang Yugo menegaskan kepada anggotanya dalam menjalankan tugas selalu mengedepankan langkah proaktif, dengan deteksi dini untuk mengetahui dinamika yang berkembang untuk dilakukan pencegahan dan penanganan secara dini.

“Jangan lupakan teknis dan taktis saat melakukan pelatihan, sehingga pengamanan di TPS dilakukan sesuai peran masing-masing. Laksanakan tugas secara profesional sesuai dengan prosedur kepolisian, dengan mengoptimalkan fungsi PPS dan KPPS. Amankan rangkaian Pilkada sampai tahap pelantikan nantinya yang terpilih menjadi kepala daerah. Dan jangan pernah ragu-ragu dalam melakukan setiap pengamanan bersama TNI. Rawe-rawe rantas malang-malang putung, yen wani ojo wedi-wedi, yen wedi ojo wani-wani,” ujar Kapolres Bambang Yugo Pamungkas.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *