Penulis: Abiet Sabariang
TEGAL | inspirasiline.com
KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tegal harus lebih maju dibanding dengan daerah lain. KNPI harus menjadi wadah seluruh OKP, agar keragaman bisa bersatu dalam KNPI.
“KNPI harus menjadi wadah yang independen. KNPI harus menjadi miniaturnya Indonesia dalam mewadahi berbagai ragam dan latar belakang suku, agama, dan budaya,” kata Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat memberikan sambutan dan amanat pada Musyawarah Daerah (Musda) Ke-13 Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kota Tegal di Riez Hotel Tegal, Minggu (13/12/2020).

Dedy Yon berharap, setelah musda, KNPI Tegal segera melakukan rapat kerja. “Kalau ada pengurus yang diundang rapat tidak datang tanpa alasan yang tepat, ketua wajib menegur. Ini sangat bahaya. Kalau dua-tiga kali tidak datang, harus diganti. Ini sangat membahayakan organisasi,” tegasnya.
Wali Kota Dedy Yon Supriyono sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kota Tegal atas kerjasama yang baik dalam pembinaan kepemudaan.
“Saya percaya pada Musda kali ini, akan memilih figur yang mampu mengkoordinir OKP yang beragam latar belakangnya. KNPI adalah wadah organisasi bagi organusasi kepemudaan yang sudah diakui dan terdaftar di Kesbangpol,“ ujarnya.
Aktif dan Militan
Dedy Yon meminta, kalau bisa dalam sidang formatur, calon ketua dan sekretaris harus diundang dulu, ditanya soal kesanggupannya dan tentu saja harus yang aktif dan militan.
“Tidak perlu nama besar atau populer, tapi yang militan. Kalau lihat sejarah KNPI ketika masa Orde Baru, yang jadi pejabat kebanyakan mantan ketua KNPI,” ungkapnya.
Dedy Yon berharap, pengurus lama bisa meningkat menjadi pengurus di tingkat provinsi.
“Dan untuk memilih pengurus baru, usianya jangan terlalu tua. Khusus untuk pengurus harian, paling tidak di bawah 40 tahun,” ujarnya.
Masalah permintaan KNPI perihal kesekretariatan, Wali Kota Dedy Yon akan berkoordinasi dengan OPD untuk mencari tempat yang pas.
Selain Wali Kota Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi, hadir pula Kepala Kantor Kesbanglinmas Budi Septiaji, serta perwakilan dari DPD KNPI Jawa Tengah, Faturohman dan Samsul Falah.
Selaku panitia, Samsudin menjelaskan, Musda Ke-13 DPD KNPI Kota Tegal mengusung tema “Pemuda Bersatu dan Bangkit Indonesia Maju.”
“Karena dalam situasi pandemi Covid-19, maka peserta maupun tamu undangan dibatasi hanya 50 orang, masing-masing dari utusan OKP dan DPK.
Forum Tertinggi
Ketua DPD KNPI Kota Tegal Syahrudin dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada Pemkot Tegal, yang selalu mendukung kegiatan KNPI, sehingga kegiatan selama kepemimpinannya bisa berjalan sesuai harapan.
“Musda merupakan amanat organisasi yang harus dijalankan. Musda merupakan forum tertinggi dalam pengambil keputusan organisasi. Karena itu, ide dan gagasan sangat dibutuhkan dalam pembahasan rapat kerja,” tandasnya.
Faturohman, perwakilan DPD KNPI Jateng berharap, tema musda kali ini bisa di-follow-up, termasuk ada ide, gagasan, dan kebenaran yang dijadikan satu konsep untuk dijalankan demi menjadikan Indonesia satu.
Menurut Faturohman, organisasi harus bermanfaat untuk memunculkan ide dan gagasan, yang pada akhirnya bisa disinergikan dengan kepentingan pemerintah.
“Jadi organisasi ini bukan wadah untuk ngopi, tapi setiap ngumpul harus ada ide, gagasan yang bisa disinergikan dengan pemerintah, supaya KNPI dan pemerintah Kota Tegal lebih maju. Saya bangga dengan kemajuan Kota Tegal. Wajahnya berubah. Meski ketika pelaksanaan pembangunan sedikit meninggalkan luka, namun ke depannya semua perencanaan bisa berjalan lancar tanpa ekses,” tuturnya.***

Hmm is anyone else having problems with the images on this blog loading?
I’m trying to find out if its a problem on my end or if
it’s the blog. Any feedback would be greatly appreciated.