Upaya Disdikbud Kota Tegal Memartabatkan Bahasa Tegalan

EDUKASI

Penulis: Abiet Sabariang
TEGAL | inspirasiline.com

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal menggelar Sarasehan Memartabatkan Bahasa Tegalan di Lantai II Sekretariat Pemkot Tegal, Kamis (17/12/2020).

Menghadirkan dua narasumber, yaitu Atmo Tansidik dan Maufur, sarasehan diikuti seniman, sastrawan, budayawan, dan guru-guru sejarah tingkat SLTP se-Kota Tegal.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Sri Hartati menjelaskan, acara bertujuan untuk memartabatkan budaya bahasa atau dialek Tegalan dan membangun karakter jatidiri masyarakat Kota Tegal.

KEPALA Disdikbud Kota Tegal M Ismail Fahmi (kedua kiri) didampingi Kabid Kebudayaan Disdikbud Sri Hartati (paling kiri) serta dua narasumber,  Atmo Tansidik dan Maufur.

Kepala Disdikbud Kota Tegal M Ismail Fahmi mengatakan, di masa pandemi Covid-19, pihaknya tetap berkiprah dengan hal-hal yang positif.

“Meski digelar secara terbatas, sarasehan untuk memartabatkan bahasa Tegalan kami gelar, tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari kegiatan,” ujarnya.

Mendasari rescana strategis (renstra) Kota Tegal, hal yang paling krusial bagi Disdikbud adalah tentang program terkait urusan pendidikan pelayanan dasar dan urusan kebudayaan.

“Yang menjadi target bidang kebudayaan sampai 2024 adalah kurang optimalnya pengembangan kebudayaan dan masalah cagar budaya Kota Tegal,” ungkap Ismail Fahmi.

Empat Strategi
Ada empat strategi pengembangan kebudayaan Kota Tegal. Sesuai dengan letaknya yang berada di wilayah pantura, budaya kemaritiman juga perlu dikembangkan seperti Sedekah Laut, Rolasan, dan Tepekong, agar bisa menjadi destinasi wisata yang menarik.

Di sisi lain, Fahmi bangga, ada sekolah yang saat ini sudah mengangkat budaya maritim menjadi muatan lokal di sekolahnya.

Budaya egaliter, salah satunya pengembangan budaya bahasa Tegalan, perlindungan pengembangan sistem religi seperti Rolasan, Tepekong, Sedekah Bumi, dan Sedekah Laut juga harus menjadi prioritas. Termasuk pengembangan sanggar seni dan budaya dan kesenian Balo-balo.

Fahmi menyebut, yang belum terwujud adalah pembentukan tim ahli cagar budaya.

“Perlu ada regulasi cagar budaya dan penetapan wali kota perihal klasifikasi benda cagar budaya di Kota Tegal, supaya kita bisa mewariskan cagar budaya  kepada generasi muda,” katanya.

Menyinggung rencana sekolah tatap muka yang akan dimulai awal 2021, Disdikbud Kota Tegal sudah siap, tapi semua tergantung persetujuan dari wali murid dan Komite Sekolah.

“Bagaimana pun pelaksanaan sekolah tatap muka tetap menggunakan sistem ploting, tidak semuanya masuk atau bertahap. Kalau selama dua bulan berjalan tanpa masalah, baru semuanya bisa masuk,” papar Kepala Disdikbud Kota Tegal M Ismail Fahmi.***

Bagikan ke:

4 thoughts on “Upaya Disdikbud Kota Tegal Memartabatkan Bahasa Tegalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *