Baru Dua Pekan Selesai Dibangun, Jalan Hotmix Mahbang-Bulu Desa Karanganyar Remuk

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

DI akhir tahun seperti sekarang ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), termasuk Sragen ngebut membangun insfrastruktur jalan untuk menghabiskan dana (anggaran) sesuai yang direncanakan sebelumnya.

Pemkab Sragen mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020 sebesar Rp 1,7 miliar.

Dana sebesar itu untuk hotmix jalan Mahbang-Bulu Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen sepanjang 0,91 kilometer, lebar 4,5 meter, dengan anggaran Rp 1,7 miliar sumber dana APBD-P 2020.

PAPAN proyek peningkatan jalan hotmix Mahbang-Bulu yang dikerjakan CV Rejekining Abadi, Karanganyar. 

Informasi yang diterima inspirasiline.com, proyek yang dikerjakan CV Rejekining Abadi Karanganyar dan baru selesai dua pekan lalu tersebut, kini sudah banyak ditemukan jalan yang jebluk (mengelupas) atau remuk, dan hingga kini belum ada tanda perbaikan.

Wandi (62), warga RT 12 Karanganyar mengatakan, banyak aspal yang mengelupas diduga karena dasarnya tanah, bukan sirtu.

“Saat pengaspalan memang sering hujan. Meski demikian, kalau bahannya bagus sesuai spek akan kuat dan tahan lama,” ujar Wandi kepada inspirasilene com di Balai Desa Karanganyar, Senin (21/12/2020).

Sigit (27), warga Dukuh Brengkot, RT 04, Desa Karanganyar membenarkan bahwa jalan itu baru dua pekan selesai dikerjakan, tapi banyak yang terkelupas.

“Kurang bagus. Harusnya diperbaiki lagi, sebelum mengelupas lebar,” ungkapnya.

SIGIT, warga Dukuh Brengkot, RT 04, Desa Karanganyar melakukan pengukuran lebar jalan hotmix Mahbang-Bulu, yang ternyata kurang 50 cm dari Rencana Anggaran Bangunan (RAB)-nya, lebar 4,5 meter.

Setelah mendengar keluhan warga masyarakat, Sigit langsung mengecek proyek aspal hotmix jalan Mahbang-Bulu itu dan memang mendapati banyak aspal yang mengelupas (jebluk).

“Saya curiga, di papan proyek tertera panjang 0,91 km, lebar 4,5 meter, namun saya ukur ulang lebarnya hanya 4 meter saja. Kalau memang Rencana Anggaran Bangunan (RAB)-nya sepanjang 0,91 km, lebar 4,5 meter, berarti masih kurang 50 cm X 910 meter. Kalau memang ada kekurangan 50 cm disengaja, jelas saya lanjutkan laporan ke penegak hukum.

baca juga:  Tokoh Agama-ASN Kantor Kemenag Sragen Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua, Bupati Yuni Sukowati Vaksinator

Selain itu, proyek jalan aspal hotmix Mahbang-Bulu ini tidak dijelaskan ketebalan aspalnya, hanya ditulis panjang dan lebar saja,” beber Sigit, kesal.

Tidak Tahu-Menahu
Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan yang dihubungi inspirasiline.com mengaku tidak tahu-menahu tentang proyek tersebut.

Salah satu Perangkat Desa (Perdes) Karanganyar yang tidak mau disebut indentitasnya mengatakan, desa hanya diberitahu oleh salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), mendapatkan proyek jalan. “Itu saja,” cetus singkat dan langsung meninggalkan inspirasiline.com.

Terpisah, salah satu Pengurus Formas Sragen, Sri Wahono menyayangkan, Pemkab Sragen dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tidak memperjelas proyek jalan hotmix itu.

“Seharusnya DPUPR menuliskan di papan anggaran proyek, panjang, lebar, dan ketebalan, serta dikerjakan berapa hari atau bulan. Dan pihak desa harus dikasih tahu secara detil tentang proyek di wilayahnya. Kalau sudah telanjur begini, bagaimana?” terangnya.

“Sesuai dengan tupoksi LSM, saya dan rekan-rekan akan menelusuri proyek ini sampai tuntas. Rakyat jangan hanya dijadikan tumbal. Saya tidak tau siapa yang salah, Pemkab, DPRD, atau CV yang mengerjakan? Setelah nanti saya telusuri dan mengetahui di mana letak kesalahannya dan siapa yang harus dipersalahkan, akan saya buka di media. Biar publik mengetahui persoalan yang sebenarnya,” tandas Sri Wahono.

Kepala DPUPR Sragen Marija hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *