Sukoharjo Gelar Talkshow 10 Tahun menuju Akhir HIV/AIDS 2030

EDUKASI

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

PERINGATAN Hari AIDS Sedunia yang bertepatan dengan momentum 10 Tahun menuju Akhir HIV/AIDS 2030, menggelar Talkshow Pengetahuan Komprehensif HIV/AIDS yang diikuti berbagai elemen seperti purna Paskibra, PSHT, Pramuka, ODHA, WPA kampus, WPA kecamatan, relawan BNK, Satpol PP, TNI-Polri, KNPI, dan DKK yang berlangsung di RM Jinung, Selasa (22/12/2020).

Kegiatan digelar untuk meningkatkan pemahaman  dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS menuju pencapaian 90-90 dan three zeroes.

Selain itu juga untuk mengoptimalkan peran kader peduli AIDS yang akan mempromosikan pentingnya pencegahan tes HIV, pengobatan dan kepatuhan pengobatan.

PESERTA Talkshow Pengetahuan Komprehensif HIV/AIDS.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menargetkan, pada 2021 semua atau 12 puskesmas dan rumah sakit sudah bisa melayani pengobatan antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal ini untuk memudahkan para ODHA mendapatkan obat ARV yang wajib mereka konsumsi secara rutin.

Acara juga dihadiri pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema) Sukoharjo.

Tiga Puskesmas
Sekretaris KPA Sukoharjo dr Suryono mengatakan, selama ini baru tiga puskesmas yang melayani pengobatan ARV bagi ODHA. Ketiga puskesmas itu masing-masing Puskesmas Nguter, Grogol, dan Kartasura.

Para ODHA mendapatkan obat ARV untuk memperlambat virus agar tak berkembang dalam tubuh.

“Target kami seluruh puskesmas membuka layanan pengobatan ARV bagi ODHA, sehingga mereka tak kejauhan saat harus mencari obat ARV yang diminum secara rutin,” terang Suryono.

KPA Sukoharjo bakal mengoptimalkan mobil voluntary counselling test (VCT) yang berkeliling ke perdesaan sebagai upaya penemuan baru pengidap virus HIV/AIDS. Hanya satu cara untuk mengetahui status kesehatan masyarakat berisiko tinggi, yakni melalui VCT.

Masyarakat bisa mengakses klinik VCT di 12 puskesmas dan rumah sakit Kabupaten Jamu ini. Karena itu, petugas kesehatan dibantu Warga Peduli AIDS (WPA) bakal menggalakkan VCT di wilayah masing-masing.

baca juga:  Negatif, Hasil Swab Staf Disdikbud Wonogiri

Stigma Keliru
Suryono itu tak memungkiri, masih ada stigma keliru dalam masyarakat bahwa ODHA bisa menularkan virus jika terjadi kontak fisik, sehingga mereka terkucil. Padahal, penularan virus HIV/AIDS melalui cairan tubuh, darah, atau air susu ibu yang positif HIV/AIDS.

“Saat ini, tren penyebaran virus HIV/AIDS tak hanya menyasar kalangan populasi kunci, melainkan masyarakat. Tak sedikit karyawan, buruh, sopir, bahkan petani yang terjangkit virus HIV/AIDS,” paparnya.

Berdasarkan data KPA Sukoharjo, jumlah total pengidap virus HIV/AIDS atau ODHA selama satu dekade terakhir sebanyak 664 orang. Rinciannya, jumlah pengidap HIV sebanyak 336 orang dan AIDS sebanyak 328 orang. Sedangkan pengidap virus HIV/AIDS yang meninggal dunia lebih dari 138 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati usai menghadiri talkshow mengatakan, para ibu hamil wajib melakukan VCT ke puskesmas atau rumah sakit.

Hal ini bagian dari deteksi dini potensi penularan HIV/AIDS dari ibu ke janin dalam kandungan. Apabila ibu hamil terjangkit HIV/AIDS, harus segera mendapat pengobatan ARV untuk meminimalisasi potensi penularan ke janin dalam kandungannya.

Yunia menyebut, kasus penularan HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es, lantaran jumlah pengidap yang berpotensi menularkan virus masih cukup banyak.

“Perlu keterlibatan aktif komunitas masyarakat maupun swasta untuk mengungkap pengidap HIV/AIDS. Virus ini hanya bisa ditularkan melalui hubungan seksual atau berganti-ganti jarum suntik,” paparnya.

Sementara Garis Subandi dari Yasema mengatakan bahwa tren peningkatan kasus, angka temuannya rendah.

“Yasema selalu mendukung orang mana saja, siapa saja yang berdomisili di Sukoharjo yang terkena HIV AIDS, akan selalu kami dukung seperti dalam hal penerimaan status mereka, asuransi kesehatannya agar mereka mau berobat. Jangan sampai yang terinfeksi menularkan ke pasangannya dan orang lain,” ujarnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *