Kabupaten Sragen Berisiko Tinggi Covid-19

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

SRAGEN menjadi salah satu kabupaten yang disebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai daerah berisiko tinggi kasus Covid-19.

Sebelum menyebut Sragen, Ganjar menyebut Kabupaten Batang, Kota Solo, dan Kabupaten Karanganyar.

Ganjar Pranowo menyebut daerah berisiko tinggi Covid-19 tersebut saat Rapat Virtual melalui aplikasi Zoom Meeting yang diikuti 35 perwakilan kabupaten/kota di Jateng, Selasa (22/12/2020).

Sementara berdasar laman covid-19.go.id, Selasa (22/12/2020), Kabupaten Sragen masuk zona merah.

BUPATI Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Rapat diikuti Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dari Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Selasa (22/12/2020). Rapat digelar untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan persiapan pengamanan saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Kasus Covid-19 di Jateng terus meningkat, karena testing terus-menerus. Banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes). Maka menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, jangan lagi diizinkan kerumunan dalam jumĺah besar. Kalau sampai ada dibubarkan. Kita sebagai penyelenggara negara jangan memberi contoh kerumunan. Untuk pemeriksaan pemudik dari jalur udara, laut, dan darat menggunakan rapid test antigen. Kemudian daerah kabupaten/kota supaya membuat tempat pengaduan atau pelaporan selama antisipasi pengamanan Natal dan Tahun Baru,” kata Gubernur Ganjar Pranowo.

Semua petugas kesehatan diminta standby dan mendorong desa untuk menghidupkan lagi Jogo Tonggo. Pemudik supaya dicatat.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diminta menginformasikan kebijakan pusat, provinsi, dan daerah, terutama yang berkaitan dengan lokasi rapid test dan jalur mudik.

“Liburan supaya di rumah saja,” tegas orang nomor satu di Jateng itu.

4 Catatan
Sebelumnya Gubernur Jateng sudah mengirimkan surat kepada bupati/walikota bernomor  443/0017480 tentang Antisipasi Peningkatan Covid-19 di Daerah.

Gubernur memberikan 4 catatan agar segera ditindaklanjuti daerah. Pertama, tidak mengizinkan kegiatan penyelenggaraan acara perayaan akhir tahun 2020 maupun selebrasi kemenangan, terutama daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Kedua, menunda pembelajaran tatap muka (PTM) pada Satuan Pendidikan PAUD, TK, SD, SMP, dan Pendidikan Masyarakat.

Ketiga, mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

Keempat, mendorong pebambahan penyediaan tempat tidur ICU dan tempat tidur isolasi untuk pasien Covid-19 di RSUD, RS TNI, RS Polri, RS BUMN, dan RS swasta sesuai rasio jumlah penduduk.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, Surat Gubernur Jateng sudah ditindaklanjuti lewat susunan Standard Operational Procedure (SOP) kegiatan kemasyarakatan dan pembangunan ruang ICU untuk pasien Covid-19.

“Semua sudah ditindaklanjuti,” kata Bupati Yuni Sukowati singkat.

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan dan Mutu RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr Joko Haryono mengatakan, pembangunan ruang ICU untuk pasien Covid-19 masih dalam.proses pembangunan.

Joko Haryono menjelaskan, RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen menyediakan tujuh bed dalam ruang ICU tersebut. Sedangkan untuk ruang isolasi sebanyak 78 tempat tidur dan dua unit di Instalasi Gawat Darurat (IGD).***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *