Sungai Bengawan Solo Masih Zona Merah Kasus Kecelakaan Air

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

SUNGAI Bengawan Solo masih termasuk zona merah dalam kasus kecelakaan air sepanjang 2020, dengan angka kasus sebanyak 23 kejadian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono menjelaskan, Bengawan Solo masih menjadi jalur “lintasan kamboja”, sebutan untuk jasad atau mayat yang mengapung di sungai tersebut.

Sugeng Priyono mengatakan, penanganan kecelakaan (laka) air itu dilakukan oleh tim gabungan sukarelawan SAR di Sragen.

Dalam penanganan kasus kecelakaan air, Sugeng melihat sukarelawan di lapangan sudah mumpuni dan bisa mengambil keputusan secara cepat di lapangan.

“Seperti kasus temuan mayat terakhir yang sebenarnya ditemukan sudah masuk wilayah Jawa Timur. Namun agar prosedurnya lebih cepat, akhirnya mayat tersebut dinaikkan ke daratan di wilayah Jawa Tengah, yakni wilayah Sambungmacan, Sragen. Kebijakan ini supaya lebih cepat penanganannya,” ujar Sugeng saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021).

Puncak Penghujan
Sugeng mengingatkan, warga harus waspada, karena puncak musim penghujan terjadi pada Januari 2021.

Pada Januari 2020 lalu, Sugeng mencatat kejadian terbanyak mencapai 50 kejadian, tapi didominasi evakuasi sarang tawon, karena saat itu ada kasus kematian akibat serangan tawon vespa.

Sampai sekarang pun masih ada laporan sarang tawon vespa, tapi intensitasnya menurun.

“Sepanjang 2020, kami menangani 245 kasus kejadian, mulai dari bencana alam, penemuan mayat, laka air, pohon tumbang, hingga membantu tim pemadam kebakaran Satpol PP dalam memadamkan api. Dari ratusan kasus itu, kerugian material mencapai Rp 4,1 miliar. Kerugian paling tinggi terjadi pada September 2020 senilai Rp 1,3 miliar. Kerugian tinggi itu disebabkan karena kebakaran ruko bengkel, dan rumah huni,” bebernya.

Pada Januari ini, Sugeng mewaspadai potensi tanah longsor di Sambirejo dan Kalijambe, serta potensi banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo, Sungai Mungkung, Sungai Garuda, dan Sungai Cemoro di Kalijambe.

Sugeng mendapat laporan kejadian banjir luapan Sungai Cemoro di Dukuh Bapang RT 04, Bukuran, Kalijambe, Selasa (5/1/2021) malam.

“Genangan air itu mencapai ketinggian 30 cm lebih dan merendam enam rumah. Genangan itu terjadi karena intensitas hujan tinggi sejak pukul 14.00 sampai pukul 16.00,” ungkapnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *