Diduga Nyemplung Sungai Bengawan Solo, Suparno Belum Ditemukan

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

SEORANG laki-laki bernama Suparno (30), warga Dukuh Jarak, Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen yang diduga nyemplung atau terjun ke Sungai Bengawan Solo, Senin (18/1/2021) kemarin, sampai berita ini ditayangkan belum diketemukan

Camat Plupuh Sumarno ketika ditemui inspirasiline.com di ruang kerjanya, seusai dari Posko Pencarian di Balai Desa Karanganyar mengatakan, sejak Senin (18/1/2021) kira-kira pukul 10.45, Suparno dikabarkan menghilang melompat pagar belakang rumahnya, diduga depresi karena penyakit kulit yang sudah bertahun-tahun diidapnya tidak sembuh.

CAMAT Plupuh Sumarno.

Aksi itu diketahui keponakannya, Khoirul Basir yang juga berusaha mengejarnya. Namun, sesampai di pinggir Sungai Bengawan Solo, pamannya itu tidak ditemukan.

“Sempat ada laporan yang menyebutkan Suparno sudah balik ke rumah, karena ada yang melihat Suparno berjalan dari arah sungai. Setelah dicek oleh keluarga dan warga sekitar, dipastikan Suparno tidak ada. Ada dugaan kuat Suparno  menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo, sehingga operasi pencarian korban dimulai,” ujar Camat Sumarno.

RELAWAN dari berbagai organisasi dan anggota Tim SAR ngumpul di Posko Pencarian di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh.

Sumarno menjelaskan, pencarian korban melibatkan Basarnas Pos SAR Solo, anggota SAR dari berbagai organisasi seperti Poldes Sepat, BPBD Sragen, PMI Sragen, MTA, Himalawu, dan lain-lain.

“Karena banyak orang yang ikut mencari dan hari ini, Selasa (19/1/2021) dimulai penyelaman, posko yang semula di pinggir sungai, kini dipindah ke Balai Desa Karanganyar. Mudah-mudahan Suparno segera diketemukan. Tadi Pak Sugeng Priyono (Kepala Satuan Pelaksana BPBD Sragen) juga di sana,” terang Sumarno.

Ketika inspirasiline.com mendatangi Posko Pencarian dan TKP, Kepala Satuan Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono dan Wakil Ketua PMI Sragen Soewarno sudah tidak berada di lokasi.

“Pak Sugeng dan Pak Warno barusan saja pergi,” ujar anggota SAR Himalawu, Harsono.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *