Indikator Membaik, Kabupaten Sukoharjo Masuk Zona Oranye

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

KASUS positif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, dalam beberapa hari terakhir masih menunjukkan kenaikan. Meski begitu, jumlah positif yang sembuh juga naik signifikan.

Saat ini, akumulasi kasus positif di Sukoharjo mencapai 3.436, di mana sebanyak 2.867 sembuh dan 207 orang meninggal.

Dari tiga indikator kriteria status risiko, skor untuk Sukoharjo terus membaik, sehingga status risiko Corona bertahan di risiko sedang atau zona oranye.

“Hingga update per 18 Januari, tiga indikator, masing-masing indikator epidemilogi, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat risiko sedang atau zona oranye,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati, Selasa (19/1/2021).

Berdasarkan update per 18 Januari kemarin, saat ini, kasus positif aktif di Sukoharjo masih 362 kasus. Terdiri atas 219 orang isolasi mandiri, dua isolasi terpusat, dan 141 orang menjalani rawat inap di rumah sakit.

Untuk kasus positif meninggal sudah mencapai 207 orang. Sedangkan untuk suspek Corona ada 1.050 orang, yang terdiri atas 16 isolasi mandiri, 235 rawat inap, 775 selesai pemantauan, 24 meninggal, dan 480 swab negatif.

Yunia mengatakan, data kasus positif dan pemeriksaan laboratorium berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan menunjukkan, data pasien suspek dan kapasitas pelayanan RS rujukan skor untuk Sukoharjo membaik.

Dengan data baru tersebut, tingkat risiko Corona Sukoharjo bertahan di kategori sedang.

Meski turun ke zona oranye, Satgas Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Saat ini, masih ada 362 kasus positif Corona aktif yang tersebar di 12 kecamatan, masing-masing Kecamatan Kartasura 100 orang, Baki 60 orang, Mojolaban 33 orang, Grogol 23 orang, Sukoharjo 47 orang, Tawangsari 14 orang, dan Nguter 25 orang.

baca juga:  TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2021 Resmi Dibuka Bupati Sragen

Kemudian Kecamatan Polokarto 10 orang, Bendosari lima orang, Bulu 24 orang, Weru 18 orang, dan Kecamatan Gatak tiga orang.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *