Demi Pencegahan Penyebaran Covid-19, Warga Sragen Rela Tunda Hajatan

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PULUHAN warga di Bumi Sukowati, termasuk di Kecamatan Plupuh berbesar hati menunda kegiatan hajatan demi mencegah potensi penularan Covid-19.

Meski merasa berat, mereka memutuskan untuk menunda hajatan sesuai dengan instruksi Bupati Sragen terkait pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memutuskan memperpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021 mendatang. Penurunan laju tambahan kasus Covid-19 usai pelaksanaan PPKM tahap pertama menjadi dasar Pemkab Sragen memperpanjang PPKM.

Camat Plupuh Sumarno mengatakan, dimulainya PPKM hingga perpanjangan sudah ditindaklanjuti hingga ke tingkat desa.

Pada Rabu (27/1/2021), walau ada satu-dua warga yang melangsungkan hajatan, namun digelar dengan sederhana, yakni hanya ijab kabul yang diikuti keluarga terdekat. Sementara sebagian besar warga memilih menunda hajatan.

“Yang menunda hajatan lumayan banyak datanya ada di setiap desa,” ujar Sumarno saat ditemui inspirasiline.com di halaman Kantor Kecamatan Plupuh, Rabu (21/1/2021).

Ada puluhan warga di Kecamatan Plupuh mau berbesar hati untuk menunda hajatan. Mereka legowo tidak bisa menyelenggarakan hajatan dalam waktu dekat, meski sejumlah persiapan sudah dilakukan.

“Kami memahami kekecewaan masyarakat yang menunda hajatan. Tapi, ini untuk kebaikan bersama,” jelas Sumarno.

Sosialisasi PPKM
Demi mencegah potensi penularan Covid-19, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Plupuh bersama jajaran Polsek Plupuh dan Koramil 20/Plupuh menggencarkan sosialisasi terkait PPKM.

Hasil evaluasi PPKM jilid pertama juga sudah disampaikan kepada masyarakat.

Demi membangun kesadaran bersama di kalangan masyarakat supaya mau melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan lebih tertib, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Plupuh menyelenggarakan operasi serentak yang dilaksanakan pada malam hari, dengan melibatkan Satgas Penanggulangan Covid-19 di masing-masing desa.

Operasi serentak itu bertujuan menyosialisasikan peraturan yang harus dipatuhi selama PPKM berlangsung. Salah satunya adalah terkait pembatasan jam operasional bagi pengelola warung makan hingga pukul 21.00.

baca juga:  Kasus Covid-19 Sukoharjo Belum Tunjukkan Tren Menurun

“Operasi serentak menyasar pelaku UMKM di tiap desa. Kami melakukan pendekatan yang humanis, santun, dan tetap mengedepankan upaya persuasif, karena mereka adalah warga kita sendiri,” tutur Sumarno.***

Bagikan ke:

1 thought on “Demi Pencegahan Penyebaran Covid-19, Warga Sragen Rela Tunda Hajatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *