Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
KAKEK PD (65) asal Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen yang menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo, tepatnya dari Jembatan Gantung Butuh, Kuyang, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Minggu (7/2/2021) ditemukan sudah tidak bernyawa mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo tepat di Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Senin (8/2/2021) sore.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen Sugeng Priyono mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 13.37.
Kakek PD ditemukan setelah dua hari pencarian. Jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Peijonegora Sragen untuk dilakukan identifikasi.

Sugeng Priyono mengatakan, dari hasil investigasi petugas, korban melakukan bunuh diri karena depresi mengidap sakit paru sudah lama tak sembuh.
“Sekitar dua minggu yang lalu ngomong ke anaknya kalau saudara yang di Purwodadi tidak menjenguk, kemudian diduga menceburkan diri ke sungai,” ujarnya.
Wakil Ketua PMI Sragen Soewarno mengatakan, setelah menerima informasi, tim langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen dan backup medis.
Karena korban sudah meninggal, korban dievakuasi oleh petugas dengan memakai alat pelundung diri (APD) level 1 dan menggunakan ambulans Rescue Medic Alfa 02 PMI Sragen.
“Setiba di lokasi, Tim Alfa 02 melakukan koordinasi dengan SAR Gabungan Laka Air. Setelah melakukan koordinasi unsur terkait lokasi, korban dievakuasi ke IGD RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen menggunakan ambulans Rescue Medic Alfa 02 PMI Sragen,” tuturnya.
Kasubag Humas Polres Sragen AKP Suwarso memastikan, dari hasil olah TKP dan identifikasi, tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.
“Karena keluarga sudah menerima, jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tegasnya.***

Czy istnieje lepszy sposób na szybkie zlokalizowanie telefonu komórkowego bez wykrycia go przez niego?