Masih Kurang, Kesadaran Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com 

TIM gabungan kembali menggelar operasi yustisi, sebagai tindak lanjut penegakan Perda Nomor 10 tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Perbup Nomor 52 tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum dalam Penanganan Covid-19 dan Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru.

Operasi melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP, TNI, Polri, Dishub, Dinkes, BPBD, dan staf Kecamatan Kartasura.

PETUGAS tim gabungan melakukan penertiban reklame atau baliho yang melanggar ketentuan.

Dalam operasi tersebut, terjaring 26 warga Sukoharjo yang melangggar protokol kesehatan (prokes). Pelanggar terdiri atas 20 orang pria, 6 orang wanita, dan 24 orang di antaranya dikenai sanksi karena tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Mereka dikenai denda Rp 50.000, dengan total perolehan dengan Rp 1.200 000, namun ada dua orang yang belum membayar denda.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP Sukoharjo Wardino mengatakan, tim gabungan Pemkab bersama Polri dan TNI ini menggelar operasi yustisi pada Senin (22/2/2020) di depan Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura. Operasi digelar mulai pukul 08.00 sampai selesai.

Di hari yang sama, juga diadakan operasi reklame di wilayah Kecamatan Bulu dan Kecamatan Tawangsari. Dalam operasi ini berhasil menjaring 53 rontek, 9 spanduk, dan 17 banner.

Masuk Kas Daerah
Wardino mengatakan, uang denda dari pelanggar prokes langsung masuk ke kas daerah Sukoharjo.

Sanksi denda mulai diberlakukan sesuai Perda Nomor 10 tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Perda tersebut mengatur protokol kesehatan dan pemberlakuan sanksi denda bagi warga Sukoharjo yang melanggar, seperti tak memakai masker.

“Jadi kami sudah tidak main-main lagi menerapkan sanksi denda. Kalau kemarin kita masih memberikan toleransi berupa hukuman fisik atau sanksi sosial, tapi sekarang sudah denda,” katanya.

baca juga:  “Gerakan Nahdliyin Sadar Data” Sasar Kecamatan Kandangan

Wardino meminta warga untuk mematuhi prokes dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga jarak atau menghindari kerumuman.

Bagi pelaku usaha, dia minta menyediakan sarana dan prasarana cuci tangan.

Pemkab akan menjatuhkan sanksi denda bagi pelanggar prokes untuk menekan angka kasus virus Corona. Apalagi kasus Corona di Kabupaten Sukoharjo terus melejit dan belum menunjukkan tren penurunan.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *