Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
BALAI desa sepi dipakai pesta seks di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen menjadi pembicaraan hangat masyarakat dan kini sudah menjadi sorotan publik.
Terkait hal itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen Fathurrahman mengusulkan supaya setiap balai desa disediakan presensi elektronik, sehingga kepala desa (kades) dan perangkat desa (perdes) tidak pulang lebih awal.
“Sekarang belum ada presensi elektronik di tiap balai desa. Jadi kades dan perdes masih bisa pulang kapan saja. Dengan presensi elektronik, jam pulang kades dan perdes akan terpantau. Itu jadi kontrol supaya baldes tidak sepi di siang hari, yang bisa disalahgunakan untuk kegiatan negatif,” ungkap Fathurrahman ketika ditemui inspirasiline.com di Sragen, Senin (1/3/2021).

Harga presensi elektronik, kata politikus PKB itu, tergolong murah. Sebagian dari Dana Desa (DD) bisa digunakan untuk membeli presensi elektronik tersebut.
“Presensi elektronik ini bisa mendisiplinkan kades dan perdes yang biasa pulang lebih awal,” katanya.
Anggota DPRD empat periode ini menilai, kekerasan seksual tidak akan terjadi di toilet kalau balai desa dalam pengawasan oleh pemerintah desa (pemdes) setempat.
“Memang tidak semua, tapi sebagian besar balai desa di Sragen sudah sepi selepas pukul 12.00. Sebagian desa memang punya Pak Bon (penjaga-red) untuk menjaga balai desa. Tapi tidak semua desa punya Pak Bon,” paparnya.
Balai desa sepi setelah pukul 12.00 hampir terjadi di setiap desa yang ada di Bumi Sukowati, terutama yang berada di desa pinggiran, seperti di Kecamatan Sukodono, Mondokan, Miri, Jenar, dan sebagainya.
Kondisi berbeda dengan balai desa di kecamatan kota. Balai Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe pun sama dengan balai desa lain, sepi setelah pukul 12.00.
Inspirasiline.com yang menyambangi Balai Desa Bukuran, pukul 12.48 sudah tidak menemukan satu pun perdes.
Warga yang rumahnya dekat balai desa dan tidak mau disebutkan jatidirinya, saat ditemui inspirasiline.com mengatakan, kades maupun perdes sudah pada pulang.
“Balai desa itu jam 09.00 belum ada orang, jam 12.00 juga sudah pulang semua. Apalagi sekarang, panen dan musim hujan. Begitulah, Pak,” ujarnya kepada inspirasiline.com, Senin (1/3/2021).***
