Tokoh Agama-ASN Kantor Kemenag Sragen Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua, Bupati Yuni Sukowati Vaksinator

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sragen menggandeng aparatur sipil negara (ASN) lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen bersama tokoh agama untuk turut menyukseskan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Bupati Sragen dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati kembali bertindak sebagai vaksinator ke sejumlah perwakilan jajaran Kantor Kemenag Sragen hingga tokoh agama, termasuk Kepala Kantor Kemenag Sragen Hanif Hanani, di Aula Kantor Kemenag Sragen, Senin (1/3/2021)

Sebagai kepala daerah, Bupati yang akrab disapa Yuni ini memastikan bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19, khususnya tahap kedua yang sedang berlangsung ini dapat berjalan secara maksimal dan lancar.

Alhamdulillah, hari ini Kantor Kemenag Kabupaten Sragen, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) beserta tokoh agama bisa dilakukan vaksinasi,” ujar Yuni.

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi tokoh publik tersebut, menurut Yuni, juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan perdebatan dan spekulasi di masyarakat.

Orang nomor satu di Bumi Sukowati ini memberikan gambaran bahwa vaksin ini salah satu upaya dari pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Meskipun demikian, Yuni menekankan, setelah divaksin harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada.

“Tidak ada yang bisa menghalangi virus ini masuk ke dalam tubuh kita, meskipun kita sudah divaksin. Jangan sekalipun merasa bahwa kita kebal dan kemudian merasa aman, sehingga melanggar protokol kesehatan,” tegasnya.

Bupati Yuni Sukowati yang memang juga berprofesi sebagai dokter menjelaskan, vaksin yang disuntikan ke dalam tubuh manusia akan membentuk kekebalan (antibodi), setelah disuntik dua kali dosis dalam interval waktu 14 hari.

“Harus melakukan vaksin dosis kedua. Setelah itu barulah terbentuk antibodi secara sempurna yang ada di dalam tubuh kita pada rentang waktu 14-15 hari. Meskipun begitu, sebenarnya kunci menanggulangi atau mencegah penyebaran Covid-19 ini hanya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan harus dipatuhi bersama,” tegas Yuni.

Yuni menambahkan, periode vaksinasi tahap kedua berikutnya akan fokus menyasar kepada masyarakat yang berisiko tinggi dan rentan, seperti di pasar, toko, dan tempat pelayanan umum lainnya.

Usai divaksin, Kepala Kantor Kemenag Sragen Hanif Hanani mengaku dirinya lebih percaya diri dan akan lebih yakin pada pelaksanaan vaksinasi dosis kedua nanti.

Alhamdulillah, vaksinasi di Kantor Kemenag Sragen berjalan baik, lancar, dan tidak sakit. Hari ini juga diikuti oleh 142 orang yang terdiri atas ASN, tokoh agama, dan Baznas Sragen,” ucap Hanif Hanani.

Meskipun awalnya sempat grogi sebelum divaksin, namun dia bangga karena langsung disuntikkan vaksin oleh orang nomor satu di Kabupaten Sragen.

“Bangga langsung divaksin oleh Bupati. Yang jelas, lebih percaya diri untuk melayani masyarakat dan keyakinan akan bertambah di tahap kedua nanti,” ungkapnya.

Hanif Hanani melanjutkan, vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar untuk menghindari Covid-19. Dengan vaksinasi ini, kekebalan tubuh akan terbentuk, ditambah pada vaksinasi dosis kedua.

Terlebih, setelah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan. Nantinya pada tahap selanjutnya, masyarakat juga harus divaksin hingga 70 persen agar terbentuk herd immunity.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *